Ritual Keduk Beji di Tawun Meriah

65
MERIAH: Bupati Kanang saat mengikuti prosesi Keduk Beji di Tawun.

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Ribuan warga memadati taman wisata Tawun, Kasreman, Ngawi, Selasa (13/8). Mereka datang sejak pagi untuk menyaksikan ritual adat Keduk Beji. Tradisi yang digelar saban tahun itu pun menarik perhatian wisatawan berbagai daerah.

Bupati Ngawi Budi Sulistyono mengatakan, Keduk Beji merupakan tradisi yang patut dilestarikan. Sekaligus menjadi kekayaan wisata Kabupaten Ngawi. Pun, tingginya animo masyarakat menyaksikan prosesi adat tersebut diharapkan mampu mendongkrak ekonomi warga sekitar Tawun. ‘’Prosesi Keduk Beji ini perlu dikemas lebih menarik agar mengundang lebih banyak wisatawan,’’ ujarnya.

Ritual Keduk Beji terdiri beberapa bagian. Yakni, buka sumber, wilujengan atau doa, ragat mendo (sembelihan kambing), gebyuran (bersih-bersih sendang), tari kencetan, dan terakhir bancakan. Ritual berlangsung dari terbit matahari hingga matahari di tengah ubun-ubun. ‘’Keduk Beji ini akan kami jadikan ikon wisata Ngawi dan diusulkan untuk dipatenkan,’’ tambah R. Rudi Sulisdiana, Plt kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Ngawi.

Rudi juga meminta warga setempat maupun pengunjung turut menjaga kelestarian bulus yang hidup di Sendang Tawun. Itu mengingat keberadaan hewan tersebut menjadi kesatuan yang tak dapat dipisahkan dengan ritual Keduk Beji. ‘’Mari bersama-sama menjaga semua aset yang ada di Tawun ini,’’ pintanya.

Selain menyaksikan prosesi adat, Keduk Beji kali ini juga dimeriahkan panggung hiburan bagi para pengunjung. Tidak mengherankan jika wisatawan membeludak meski kegiatan digelar bertepatan hari kerja. (gen/c1/isd/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here