Risma: Jawa Timur Butuh Pemimpin yang Amanah

151

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memandang Pilkada Jawa Timur 2018 menjadi kesempatan emas untuk mengubah kebijakan yang menyulitkan masyarakat. Pendidikan, misalnya, sejak kewenangan SMA/SMK negeri diambil alih Dinas Pendidikan Jawa Timur, diterapkan pendidikan berbayar. ‘’Sehingga, banyak anak-anak miskin yang tidak bisa bayar sekolah,’’ kata Risma kemarin.

Risma dikenal sebagai perempuan berhati teguh. Tidak mudah menyetir dia. Menurut Risma, Pilkada 2018 menjadi peluang rakyat Jawa Timur untuk memilih calon gubernur-calon wakil gubernur yang berani mengubah kebijakan yang merugikan rakyat. ‘’Gus Ipul dan Mbak Puti adalah calon yang punya sikap tegas dan jelas, yaitu bakal menggratiskan SMA/SMK negeri,’’ tegasnya.

Pasangan calon (paslon) gubernur-wakil gubernur  Jatim nomor urut 2 Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno (Gus Ipul-Mbak Puti) memang merumuskan konsep pendidikan gratis untuk SMA/SMK negeri. Bahkan, Gus Ipul-Mbak Puti juga menggratiskan siswa-siswa miskin di sekolah swasta dan madrasah. ‘’Jadi jelas kan, mengapa harus memilih nomor 2, Gus Ipul-Mbak Puti,’’ ujarnya.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya, yang bertabur penghargaan itu, memang dikenal sangat perhatian dengan anak-anak muda. Dari pengalaman memimpin Surabaya, Risma memetik hikmah. Pendidikan adalah jalan utama memotong rantai kemiskinan. ‘’Kalau hanya SMP, karena tidak kuat bayar sekolah, mau jadi apa negeri ini? Karena itu, negara harus memberi solusi. Agar anak-anak miskin bisa mengejar cita-citanya, mewujudkan harapan masa depan,’’ cetusnya.

Karena alasan itu pula, Risma termasuk figur paling vokal mendukung Gus Ipul-Mbak Puti. ‘’Kita tidak butuh pemimpin sok pintar (merasa pandai). Kita hanya butuh yang mau mendengar. Gus Ipul dan Mbak Puti, insya Allah mau mendengar dan amanah,’’ lanjut Risma.
Untuk itu, Risma terus bergerak dan menemui masyarakat. Dia menyebut, banyak orang ingin menjadi pemimpin. ‘’Tapi, hanya Gus Ipul-Mbak Puti yang paling amanah,’’ katanya penuh keyakinan.

Risma memastikan warga Surabaya sudah maju dengan tingkat ekonomi, terus menunjukkan kenaikan di keluarganya. ‘’Kenapa Surabaya ini maju, dan kenapa golongan miskin itu bisa naik menjadi menengah? Itu semua karena kita memberikan pendidikan gratis,’’ jelasnya.
Saat ini, kata Risma, di pemerintahan Presiden Jokowi banyak sekali beasiswa. Baik dari pemerintah,  BUMN, maupun swasta. Dia berharap, anak-anak tidak mampu, setelah lulus SMA/SMK/MA, bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Atau, mereka melanjutkan ke jenjang pendidikan vokasional, akademi, dan sekolah-sekolah ikatan dinas. ‘’Anak-anak tidak mampu itu, asal diberi kesempatan, mereka bisa sukses di masa depan. Menjadi anak-anak yang berhasil di semua bidang kehidupan,’’ ujarnya.

Gus Ipul pun  senang dan bahagia mendapatkan dukungan banyak pihak, termasuk Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Bahkan, dia mengaku banyak belajar dari Risma selama dua periode menjadi wakil gubernur Jawa Timur, mendampingi Gubernur Pakde Karwo. ‘’Saya dan Mbak Puti bisa bertemu dan bisa belajar lebih banyak lagi pada Bu Risma. Karena Bu Wali bisa membawa Surabaya sukses,’’ kata Gus Ipul.

Cawagub Puti setuju dengan Risma. Pemimpin harus konsisten dan memiliki pendirian. ‘’Mengapa saya kagum Bu Risma? Karena beliau konsisten. Kalau plinplan, maka tidak akan menjadi pemimpin besar,’’ jelasnya.

Masih tersisa waktu hingga hari coblosan 27 Juni 2018 nanti. Risma mengajak semua pihak yang setuju dengan pandangannya untuk turun dan membantu perjuangan Gus Ipul-Mbak Puti. ‘’Kurang dua  Minggu, kita harus turun, kalau kita ingin sejahtera. Kita ajak  terus saudara dan tetangga kanan-kiri kita, mari kita bekerja terus,’’ ajak Risma. (naz/c1/aan/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here