Riski Makarima Agustina, Memenangi Banyak Ajang Pencarian Bakat

28
PUNYA TALENTA: Riski Makarima Agustiningsih merengkuh dua juara sekaligus dalam ajang Duta GenRe Surakarta 2019.

Muda dan berbakat. Riski Makarima Agustina membuktikan dua hal itu di usia 20 tahun dengan memenangi berbagai perlombaan. Teranyar, dua piagam sekaligus dalam ajang Duta GenRe di Kota Bengawan.

——————– 

DENI KURNIAWAN, Ngawi

Jauhi narkotika dan obat terlarang. Segala gaya hidupnya yang juga dilarang. Itulah rahasia agar ku tetap bersinar. Itulah rahasia. Masa depan indah.

PENGGALAN lirik di atas adalah buah pikir Riski Makarima Agustina. Lagu berjudul Muda Hebat tanpa Narkoba itu, mengantarkannya meraih juara I dan juara berbakat ajang Duta GenRe (Generasi Berencana) Surakarta 2019. Gadis asal Desa Karangtengah Prandon, Ngawi, itu menunjukkan kelasnya di luar Bumi Orek-Orek untuk kesekian kalinya. ‘’Saya ikut Duta GenRe ini karena kuliah di UNS (Universitas Sebelas Maret Surakarta, Red),’’ kata Kiki –sapaan akrab Riski Makarima Agustina.

Duta GenRe Surakarta adalah program pemkot setempat yang menjaring para pemuda concern pembentukan karakter bangsa lewat peran keluarga. Sosok tersebut dicari lewat seleksi dengan salah satunya menggunakan jalur kampus. Mereka yang terbaik lantas saling beradu dalam babak grand final. ‘’Saya juara I di UNS dan juara berbakat di babak grand final-nya,’’ beber gadis 20 tahun itu.

Kiki bersaing dengan 60 peserta lain sesama mahasiswa UNS. Mahasiswi jurusan keselamatan kesehatan kerja (K3) ini berhasil lolos 15 besar setelah melalui berbagai tahapan seleksi ketat. Sebelum mengerucut satu yang terbaik. Seleksi itu di antaranya pidato tentang bahaya narkoba, pergaulan bebas, pengetahuan umum, hingga tes bakat. ‘’Saat tes bakat, lagu Muda Hebat tanpa Narkoba saya bawakan dengan main piano,’’ ujarnya.

Lagu tiga bait itu pula yang memenangkan putri pasangan Agus Dwi Narimo dan Rahayuningsih ini di babak pamungkas se-Kota Bengawan sebagai juara berbakat. Mengungguli 20 finalis lainnya. ‘’Selain tes bakat, di babak final ini ada wawancara, tes tulis, dan pidato dengan tema yang sudah ditentukan panitia,’’ ungkapnya.

Menariknya, Muda Hebat tanpa Narkoba diciptakan Kiki ketika masih SMA tiga tahun lalu. Momennya mengikuti lomba cipta lagu yang temanya tidak jauh dengan keluarga berencana (KB). Proses pembuatannya dibimbing oleh guru seni musik. Idenya tercetus begitu saja hingga menghasilkan lirik-lirik yang dirasa tepat. ‘’Kalau genre musik pop karena saya suka lagu yang easy listening lokal dan barat,’’ katanya.

Kiki kerap mengikuti ajang pencarian bakat hingga berujung raihan piala dan piagam. Seperti Dimas-Diajeng Ngawi 2016 dan Hijab Hunt Jogjakarta 2018. Untuk urusan olah vokal, dia sering diundang untuk mengisi berbagai acara musik. ‘’Sejak kecil hobi menyanyi dan rajin ikut lomba,’’ ujarnya.

Meski banyak tawaran manggung, Kiki tetap selektif. Banyak yang ditolak karena waktunya berbenturan dengan jadwal kuliah. Prinsip yang dipegangnya adalah hobi tidak boleh menepikan pendidikan. ‘’Kuliah tetap yang terpenting,’’ tuturnya seraya menyebut selempang penghargaan adalah bonus atas minatnya dalam dunia musik. ***(cor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here