Madiun

Rio Saputra Melejit pada Bidang Hukum di Usia Muda

MADIUN – Usianya baru menginjak 27 tahun. Namun, Rio Saputra sudah menjadi managing director (MD) law firm dan memiliki 20 kantor cabang di tanah air. ‘’Dulu bercita-cita jadi dosen, tapi saya juga ingin jadi advokat agar bisa membantu masyarakat kurang mampu,’’ ungkap Rio.

Bukan perkara mudah bagi Rio untuk meraih semua itu. Selain mengumpulkan modal sedikti demi sedikit, dia melakukan observasi terkait kuantitas maupun kualitas advokat di eks–Karesidenan Madiun. Hasilnya, advokasi di wilayah setempat tidak ada yang terkonsentrasi pada hukum bisnis dan korporasi. ‘’Pikir saya waktu itu, kenapa tidak saya manfaatkan saja kesempatan ini,’’ kenangnya.

Dengan modal seadanya, warga Desa Sidomulyo, Sawahan, Kabupaten Madiun, itu pada Februari 2018 lalu berinisiatif mendirikan law firm yang diberi nama RS & Partners. Setelah berdiri, dia menghubungi teman-teman semasa kuliah S1, S2, dan saat menempuh pendidikan advokat untuk bergabung. ‘’Alhamdulillah banyak yang mau diajak membesarkan law firm bersama,’’ kata alumnus Fakultas Hukum Unmer Madiun ini.

Semula, Rio dkk berkomitmen mendirikan kantor perwakilan di setiap kota/kabupaten di wilayah domisili masing-masing. Akhirnya, 20 kantor perwakilan law firm pun tersebar di berbagai daerah di Indonesia. ‘’Yang terbaru di Ponorogo, dan akan menyusul kemudian di Saradan,’’ ungkapnya.

Selama ini, penghasilan law firm Rio dkk banyak disumbang kalangan perusahaan. Baik di  Madiun Raya maupun luar daerah seperti Blitar dan Malang. Namun, Rio pernah pula membantu warga desanya memenangkan kasus penolakan pejabat sementara kepala desa setempat.

Perjalanan karir Rio hingga kini memiliki 33 karyawan tidaklah instan. Sembari kuliah S2 di Unmuh Malang, dia mengambil pendidikan program profesi advokat. Tepatnya pendidikan khusus profesi advokat (PKPA) di Unmer Malang.

Setelah lulus dan menunggu diangkat sumpah advokat oleh Pengadilan Tinggi Jatim, Rio mengambil program profesi auditor hukum di Universitas Tarumanagara Jakarta. Rekomendasi sebagai staf ahli Komisi III DPR-RI periode 2014-2019 pun didapatkannya. ‘’Awal mula merintis karir, tidak mudah. Apalagi saya masih terbilang muda, kualitas dianggap masih kalah dengan yang senior,’’ ujarnya. (bel/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close