Madiun

Rindu Pakai Seragam Putih-Biru Terobati

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Anak-anak istimewa SLBN Banjarsari Wetan tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya saat masuk sekolah Selasa (18/8). Meski tidak bisa melihat, Danang Triatmojo bisa merasakan suasana pembelajaran. ‘’Senang dengar suara teman-teman kelas, juga suara guru menjelaskan materi pelajaran,’’ kata remaja asal Desa Suratmajan, Maospati, Magetan, itu.

Ketika masih pembelajaran jarak jauh (PJJ), Danang belajar di asrama. Pembimbingnya adalah pengasuh asrama. Kemarin, siswa setingkat SMP itu bisa merasakan kembali duduk di kursi kelas. Jari jemarinya lincah mengoperasikan stylus pen, reglet, atau blokjes. Belajar menulis huruf Braille dan berhitung dengan alat khusus tunanetra. ‘’Kangen pakai seragam putih-biru terobati,’’ ujarnya.

Tri Wahyuni, pelajar setingkat SMA, tidak kalah senangnya. Panas dan repotnya mengenakan masker dan face shield di dalam kelas tidak menjadi soal. Penyandang tunagrahita itu paham alat tersebut untuk melindungi dirinya dari Covid-19. ‘’Tapi, kalau tidak ada virus korona, enakan tidak pakai masker,’’ tuturnya.

Namun, Siti Nurjanah, teman sekelas Tri, lebih senang belajar di asrama. Alasannya, bisa memasak. ‘’Senangnya masuk sekolah itu bisa ketemu teman-teman,’’ ucap warga Desa Banjarejo, Dagangan, tersebut. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close