Magetan

Ribuan Warga Kediren Terdampak Kekeringan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Krisis air bersih di Magetan makin kritis. Bahkan, wilayah yang dulunya aman kini ikut terdampak kekeringan. Desa Kediren, Kecamatan Lembeyan, salah satunya.

Di desa tersebut, beberapa sumur warga mengering. Mayoritas merupakan sumur dalam yang biasa dipakai petani untuk mengairi sawah. ‘’Kami sudah ajukan permohonan dropping air bersih ke BPBD,’’ kata Kepala Desa (Kades) Kediren Dwi Heri Susanto Selasa (17/9).

Tercatat di desanya terdapat 1.364 warga yang terdampak bencana kekeringan. Mereka tersebar di tiga dusun. Meliputi Dusun Selungguh, Sekadalan, dan Ledok. Selama ini, kebutuhan air masyarakat bergantung pada sumur rumahan. Hanya sebagian kecil yang memanfaatkan pelayanan PDAM Lawu Tirta. ‘’Musim kemarau tahun ini tergolong parah,’’ ungkap Heri.

Dia menerangkan, di tempatnya belum ada proyek pengembangan air tanah (P2AT). Sebab, cadangan air di Desa Kediren cukup melimpah. Tetapi, sekarang kondisinya berbeda. Beberapa sumber air yang ada di sejumlah dusun menyusut drastis. Dampaknya, sebagian masyarakat tidak kebagian pasokan air. ‘’Kami coba mengandalkan bantuan dropping air bersih dari BPBD,’’ ujarnya. (fat/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close