Ribuan Wajib Pajak Terancam Denda

117

MADIUN – Ribuan wajib pajak (WP) di wilayah Kota/Kabupaten Madiun belum melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) 2018. Padahal, deadline semakin dekat.  Untuk SPT pribadi sudah diberi waktu Januari sampai Maret. Sedangkan, badan hukum mulai Januari sampai April. ’’Kalau telat nanti dikenakan denda,’’ kata Kasi Pelayanan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Madiun Hevy Sugeng Prayitno.

Hevy menerangkan, wajib pajak pribadi didenda Rp 100 ribu. Sedangkan untuk yang berbadan hukum didenda Rp 1 juta. Batas akhir untuk wajib pajak pribadi deadline 31 Maret. Sedangkan, untuk badan usaha maksimal 30 April. Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Madiun dari Kepatuhan SPT, tercatat sebanyak target 44.146, wajib pajak baru tercapai 36.617. Sedangkan, dari kinerja e-filing tercatat dari target 22.919, terealisasi sebanyak 23.162 wajib pajak. ’’Kalau telat atau tidak lapor, maka akan didenda sesuai ketentuan. Nanti dendanya akan dikirim ke alamat wajib pajak,’’ terangnya.

Untuk saat ini total WP di KPP Pratama ada 36.617. Perinciannya, untuk wajib pajak pribadi ada sekitar 35.324 orang. Kemudian untuk badan hukum ada 1.293 WP.

’’Dari total tersebut, masih banyak yang belum melaporkan SPT. Setidaknya data terakhir menyebut, untuk data yang sudah melapor masih kurang 8.822 wajib pajak,’’ ungkap Hevy.

Sementara itu, untuk wajib pajak yang melapor secara manual sebanyak 283. Sedangkan, yang melalui e-filing sebanyak 36.334 WP. ’’Kesadaran warga terkait perkembangan 4.0 dengan melaporkan melalui e-filing sangat tinggi, ini merupakan capaian positif,’’ sebutnya. (mgd/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here