Ribuan Kader Taman Posyandu Jadi Ujung Tombak

29

MADIUN – Pemkot terus menggelorakan semangat mencetak generasi unggul. Salah satunya, tugasdan peran ini berada di pundak  para kader Taman Posyandu. ’’Kader-kader Taman Posyandu inilah yang menjadi ujung tombak keberhasilan program kesehatan untuk ibu hamil, balita, dan lansia,’’ ujar Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) Kota Madiun dr. AS Wardani.

Untuk mengapresiasi, kata dia, pemkot kembali menggelar Jambore Kader Taman Posyandu. Tahun ini masuk edisi ketujuh. Total kegiatan yang berlangsung pada 17-18 Juni. Kegiatan yang diikuti 81 kader yang merupakan perwakilan dari 3 ribu kader Taman Posyandu di Kota Madiun ini  dipusatkan di Gedung Diklat Kota Madiun. Mereka berasal dari 27 kelurahan dan 36 peserta senam peregangandari  enam puskesmas. ’’Jambore ini sebagai apresiasi. Tanpa kader-kader ini kami akan kesulitan. Jambore ini untuk menjaga semangat kader dalam menjalankan tugas,’’ ujarnya.

Dia menambahkan, para kader bisa saling sharing pengalaman. Termasuk, membangkitkan kemauan masyarakat yang ingin menjadi kader.Sebab, regenerasi kader juga dibutuhkan. ’’Dengan pola ini kami berharap masyarakat tertarik ikut dalam kegiatan taman posyandu, dan para kader ini termotivasi untuk bertugas lebih baik,’’ jelas dr. AS Wardani.

Jambore yang dihadiri ketua TP PKK Kota Madiun Yuni Sulistyowati Maidi itu terbagi dalam empat jenis lomba. Meliputi deteksi dini tumbuh kembang (DDTK), BKB, mendongeng, dan senam peregangan.’’Lomba ini implementasi dari surat edaran Walikota Madiun nomor 090/84/401.103/2019 tentang gerakan masyarakat sehat, salah satunya senam peregangan di ruang kerja setiap pukul 10.00 dan 14.00,’’ imbuhnya.

Selain jambore, kata dr. AS Wardani, dinkes-KB juga melakukan sosialisasi satu inovasi baru yang dikembangkan Global Alliance For Impoved Nutrition (GAIN). Itu merupakan lembaga non pemerintah yang bekerjasama untuk perbaikan gizi. Inovasi itu emotional demonstration (Emo Demo). Ini merupakan kegiatan aktif berbasis pada perubahan perilaku pada kelompok masyarakat dengan target ibu hamil dan ibu menyusui. ’’Emo Demo ini merupakan kegiatan aktif berbasis pada perubahan perilaku pada kelompok masyarakat dengan target ibu hamil, ibu menyusui, pengasuh balita dan anak paud dengan melibatkan emosi, jadi akan mudah diingat,’’ terangnya

Meskipun bukan menjadi fokus utama dinkes-KB Kota Madiun, Emo Demo terus disosialisasikan setiap bulannya dalam posyandu. Sebab setiap tahunnya akan ada ibu hamil baru yang masih membutuhkan pengetahuan seputar kehamilan hingga pendidikan usia dini. ’’Emo Demo menjadi fokus daerah yang memiliki angka kematian ibu (AKI) dan bayi (AKB) tinggi, di Kota Madiun AKI-nya 0 persen dan AKB 0,72 persen, ini tergolong rendah,’’ ungkapnya

Dia menjelaskan Emo Demo ini lebih efektif. Pasalnya, dalam penyampaian Emo Demo ini dijelaskan secara langsung 12 modul. Yaitu, kata dia, ASI saja cukup, siap berpergian, ikatan ibu dan anak, Atika untuk ibu hamil (ati, telur, ikan), menyusun balok, membayangkan masa depan, camilan, jadwal makan bayi dan anak, porsi makan bayi dan anak, cuci tangan pakai sabun, harapan ibu, dan metode ditarik ke segala arah. Para Kader harus paham sehingga bisa pesan bisa tersampaikan dengan baik, misalnya terkait ASI ibu hamil jadi tahu kenapa mereka harus memberikan ASI secara ekslusif selama 6 bulan. ’’Kalau diganti dengan susu formula itu akan menurunkan produksi ASI sehingga kebutuhan bayi tidak akan terpenuhi,’’ bebernya.

Selain itu, kadar ASI setiap kali menyusui juga dijelaskan dengan detail. Seperti ukuran lambung bayi usia satu hari hingga enam bulan dan volume ASI yang dibutuhkan bayi. Misalnya, bayi usia satu hari membutuhkan ASI setara dengan satu sendok makan dalam sekali menyusu. Dengan begitu para kader bisa menambah pengetahuan. ’’Jadi ketika bayi muntah saat menyusu mereka tahu penyebabnya apa, saat bayi menangis juga harus diberikan ASI yang cukup, jadi volume itu harus benar-benar diperhatikan,’’ pungkasnya.

Dijelaskan, pemkot memang terus berupaya mengintegrasikan tiga komponen layanan kesehatan.Meliputi posyandu, bina keluarga balita (BKB), dan pendidikan anak usia dini (PAUD). Ketiganya sudah berjalan dengan baik.(dya/adv/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here