Ria Meidalina Putri Berjiwa Sosial

36

SIFAT kepedulian tinggi dimiliki oleh Ria Meidalina Putri. Pekerjaannya sebagai pendamping penerima program keluarga harapan (PKH) yang mendorong perempuan kelahiran 19 Mei 1993 itu mempunyai jiwa sosial tinggi.

Untuk menjaga kedekatannya dengan masyarakat, tak jarang perempuan yang akrab disapa Putri itu mengagendakan kegiatan home visit. Tak hanya sekadar berkunjung dari rumah ke rumah, tapi kegiatan itu biasa dijadikannya sebagai sharing pengalaman hidup dan cerita dari anggota penerima PKH.

‘’Terkadang tiap ada pertemuan dan pelatihan kita juga sering tukar ilmu antar sesama warga. Bahkan pernah ngobrol sampai sore baru pulang. Saya merasa hangat bersama mereka,’’ ungkap warga Dusun Krajan, Pringkuku, Pacitan itu.

Padahal, menurut dia, menjadi tenaga pendamping bukan merupakan keinginan awal. Sebelumnya, Putri mengaku sempat pernah menjadi bidan di tempat kesehatan Pooko, Pringkuku. Status sebagai bidan itu dijalaninya hampir dua tahun.

Meskipun tergolong singkat, ada kesan mendalam menjadi seorang bidan bagi Putri. Seperti, matanya harus terjaga hampir 24 jam. Terutama jika ada warga di desanya yang masa kelahirannya sudah mendekati proses persalinan. ‘’Lebih nyaman menjadi tenaga pendamping PKH sekarang, meskipun kangen juga sebenarnya jadi bidan,’’ terangnya. (gen/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here