Revitalisasi RPH Terganjal Aset

41

MADIUN – Rencana Pemkot Madiun merevitalisasi rumah potong hewan (RPH) di Kelurahan Nambangan Kidul, Manguharjo terganjal masalah aset. Pasalnya, wacana perluasan tempat untuk memotong hewan potong selain unggas itu nantinya bakal memakan bangunan Sub Terminal Mayjen Sungkono. ‘’Jadi, yang membangun dinas perhubungan (dishub) atau kami itu belum jelas,’’ kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun, Muntoro Danardono.

Yang jelas, saat ini keperuntukan subterminal itu memang berada dibawah wewenang dishub. Pemanfaatannya dipakai sebagai tempat transit taksi dan angkutan kota. Sementara, dinas pertanian dan ketahanan pangan hanya memanfaatkan sebagian lahan di subterminal tersebut sebagai akses keluar masuk ke RPH. ‘’Yang mau direncanakan (dibangun RPH) itu kan posisinya adalah subterminal. Nanti kalau yang membangun saya, kan jadinya nggak benar,’’ ujarnya.

Namun demikian, Muntoro mengaku lahan seluas hampir sekitar 500 meter persegi yang saat ini diatasnya berdiri bangunan subterminal tersebut merupakan aset dinas pertanian. Hanya, peruntukannya dijadikan sebagai terminal bertipe C. ‘’Kalau seandainya yang membangun dishub, padahal itu tanahnya kami. Jadi, ini masih perlu dikoordinasikan,’’ ungkapnya.

Karena masih sebatas wacana, Muntoro mengungkapkan rencana merevitalisasi RPH tersebut belum ada kejelasan. Kalaupun sudah ada perencanaan matang, menurut dia, harus ada beberapa proses lainnya yang perlu dilalui. Seperti perencanaan pembangunan, penyusunan detail enginering design (DED), serta pembahasan tentang pengalokasian anggarannya. ‘’Saat ini baru sebatas akan diwacanakan nanti untuk apa,’’ terangnya.

Diakui Muntoro, operasional RPH saat ini mengalami penurunan grade. Dari sebelumnya berstatus unit pelayanan teknis (UPT), kini berubah menjadi sekelas seksi. Alasannya karena jumlah permintaan hewan yang dipotong di RPH tersebut tidak signifikan. ‘’Sehari hanya dua hewan ternak yang dipotong,’’ katanya.

Oleh sebab itu, lanjut dia, sampai dengan sekarang belum ada pembahasan secara mendalam terkait rencana revitalisasi RPH tersebut. Kendati wacana pembangunan RPH itu sempat berhembus bakal dilakukan pada tahun depan. ‘’Dibangun karena merupakan kehendak dari wali kota terpilih (Maidi),’’ kata Muntoro.

Tujuannya, imbuh dia, untuk mewadahi pedagang-pedagang yang ada dipinggir Jalan Mayjen Sungkono. Supaya keberadaannya tidak mengganggu lalu lintas. ‘’Tapi, pastinya kami belum punya konsep perencanaan itu. Soalnya siapa yang nantinya membangun juga belum ada kejelasan,’’ tandasnya. (her/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here