Revitalisasi Pasar Sayur Butuh Rp 170 M

26

MAGETAN – Revitalisasi Pasar Sayur Magetan bakal dibiayai penuh anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Angin segar itu diembuskan Plt kepala dinas perindustrian dan perdagangan (disdag), Sucipto setelah berkonsultasi dengan kementerian perdagangan (kemendag). ‘’Pembangunan fisik sudah bisa dipastikan akan berjalan mulai tahun 2020,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Magetan.

Dia mengungkapkan sesuai desain baru bangunan pasar itu dibutuhkan anggaran sekitar Rp 170 miliar. Konsepnya pasar itu terdiri dari satu lantai. Namun terdapat dua blok di dalamnya. Meliputi blok utara untuk pedagang sayur dan blok selatan untuk pedagang sembako. ‘’Pasar sayur akan menjadi pusat perdagangan standar nasional Indonesia,’’ ungkapnya.

Saat ini detail enginering design (DED) pasar tersebut sedang disusun. Pemkab mengeluarkan anggaran sekitar Rp 650 juta untuk merampungkan tahapan tersebut. Jika mengacu dari perencanaannya, bangunan kios dan los pasar yang lawas itu nantinya akan dirobohkan semua. Kemudian para pedagang dipindahkan ke pasar penampungan sementara sampai pasar itu benar-benar jadi.

Yang jelas, Sucipto menyatakan pemkab tidak mampu membangun pasar itu jika hanya mengandalkan APBD. Ada sejumlah anggaran lain yang bisa dimanfaatkan. Salah satunya, bantuan dari kemendag. ’’Kami sudah ajukan bantuan. Tinggal selanjutnya koordinasi dengan kemendag,’’ tuturnya.

Sebelumnya, para pedagang Pasar Sayur mengeluh terkait kondisi tempat jualan mereka yang sudah kumuh. Belum lagi kondisi jalan di dalam pasar banyak yang berlubang, drainase tersumbat, dan atap kios bocor saat hujan. ‘’Yang paling parah saat musim hujan tiba, air banyak yang menggenang di area belakang pasar,‘’ ungkap Ketua Paguyuban Lawu Etek, Yusuf. (mgc/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here