Rest Area Pasar Burung Caruban Segera Ditata

80

MEJAYAN – Pedagang kaki lima (PKL) di rest area Pasar Burung dipersoalkan. Keberadaan mereka dipandang masih semrawut. Kawasan itu juga sulit dijangkau lantaran pengunjung dari arah barat harus memutar sampai di depan terminal Caruban. ‘’Masih semrawut. PKL-nya berceceran,’’ kata Sukardi, salah seorang pengunjung.

Keberadaan pedagang burung pun dipandang masih tercecer di beberapa tempat. Kondisi lapak yang ala kadarnya pun membuat pemandangan semakin tak sedap. Jalan Yos Sudarso di barat rest area juga banyak dipadati pedagang. ‘’Kalau memang dijadikan rest area, harapannya ada penataan,’’ ujarnya.

Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperindakop-UM) Kabupaten Madiun Agus Suyudi menjanjikan penataan PKL pada tahun ini. Ada tujuh PKL yang nantinya bakal dipindah dan dimasukkan ke area dalam, tidak di pinggir jalan. Karena selain mengganggu pemandangan juga menghambat kelancaran lalu lintas. ‘’Lahan kosong di kawasan itu segera dimanfaatkan,’’ katanya.

Agus menegaskan, median jalan di depan pasar burung kini telah dibongkar. Untuk memudahkan akses masuk pengunjung agar tak perlu memutar sampai ke depan terminal Caruban. ‘’Pengunjung dari arah Madiun tak perlu memutar terminal lagi,’’ ujarnya.

Agus menilai, lokasi rest area pasar burung strategis. Tinggal menyempurnakan penataannya saja. Agar pengunjungnya kelak semakin banyak. Selain ditempati pedagang burung kicauan, kuliner, dan makanan khas, nantinya pun dipusatkan di sana. ‘’Komoditas burung di lantai 1, kuliner di lantai 2. Tetap dipisahkan agar higienis,’’ tuturnya. (mg4/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here