Resah Kasus Pencabulan, Warga Simo Datangi Polsek

143

PONOROGO – Warga Desa Simo, Kecamatan Slahung mendatangi polsek setempat, kemarin (5/12). Mereka meminta kejelasan proses hukum pelaku pencabulan yang dilakukan Im, warga desanya terhadap keponakannya sendiri yang masih lima tahun.

Warga khawatir jika kasus ini tidak diproses hukum, predator anak itu bakal mengulangi aksinya. Namun, pihak keluarga korban memilih jalan damai dan tidak memperpanjang persoalan. Ayah korban khawatir, jika dilanjutkan ke ranah hukum, bakal memberi tekanan psikologis yang semakin berat terhadap putrinya. ‘’Bagaimana pun, seharusnya tetap diproses secara hukum,’’ ujar Sujarno, warga desa setempat.

Kendati tidak menemui jalan terang, warga tetap menuntut agar pelaku diusir dari kampung setempat. Warga khawatir anak-anak mereka bakal menjadi korban selanjutnya. Terlebih, aksi pelaku itu merupakan kali kedua. ‘’Sebelumnya sudah pernah berbuat tidak senonoh, sasarannya orang tua,’’ lanjutnya.

Diketahui, pelaku 35 tahun itu merupakan paman korban. Tindakan cabul itu dilakukan saat rumah sepi. Kejadian di siang bolong itu saat korban tiduran bersama dirinya, Senin (26/11). ‘’Awalnya kami tidak mengetahui ada kejadian itu,’’ kata Kapolsek Slahung AKP Paidi.

Paidi menduga, aksi cabul itu nekat dilakukan pelaku karena tak kuasa menahan gejolak syahwat. Istrinya bekerja ke luar negeri sejak dua tahun lalu. Entah setan mana, pelaku tega menyuruh korban memegang alat vitalnya. ‘’Belum sampai menjurus lebih jauh,’’ lanjutnya.

Kejadian itu terungkap setelah pihak kepolisian mengendus adanya dugaan pencabulan dua hari pasca kejadian. Polisi langsung melakukan pemeriksaan terhadap korban. Dari hasil visum didapatkan kesimpulan tidak adanya tanda-tanda kekerasan. Sebelumnya pun, persoalan ini telah dimediasi pemerintah desa. Dari sanalah muncul kesepakatan menempuh jalan damai. ‘’Kalau memang keluarga meminta diproses hukum, kami siap menindaklanjuti,’’ tegasnya.

Kendati damai, pihaknya tetap menampung aspirasi. Dia meminta adanya musyawarah secara baik-baik jika menghendaki pelaku diusir dari kampung halaman. Paidi juga mengingatkan agar tidak main hakim sendiri. ‘’Korban oleh orang tuanya akan dipindahkan ke Madiun agar dapat melupakan kejadian tersebut. Tumbuh-kembang anak dapat berjalan normal,’’ ucapnya. (mg7/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here