Rencana Perubahan Nama Jalan Pahlawan Bisa Batal

105

MADIUN – Rencana perubahan nama Jalan Pahlawan bisa batal. Apalagi, Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto (SR) mengaku jika dirinya belum mendapat laporan usulan dari disbudparmudora sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) yang mewacanakan perubahan nama jalan tersebut. ’’Sampai detik ini, saya belum pernah mendapat laporan atau masukan tentang pergantian nama jalan (Pahlawan, Red),’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Madiun.

SR sebenarnya tidak mempersoalkan wacana pengubahan nama jalan itu. Hanya, dia ingin mendapatkan penjelasan terkait substansi dari perubahan nama jalan tersebut. Sebab, hingga saat ini sosialisasi memang tidak dilakukan. Baik dari disbudparmudora yang memprakarsai usulan tersebut maupun pemkot yang memfasilitasi. ’’Substansinya apa. Itulah yang menjadi pertanyaan kita semua, bukan hanya saya,’’ ujarnya.

Dia menyarankan perubahan nama jalan itu belum urgen. Sebaliknya, dia menyarankan semua jajarannya untuk meningkatkan kinerja. Sehingga, bisa bermanfaat bagi masyarakat. ’’Dan perlu diketahui bersama aspek hukum dari perubahan nama jalan itu nanti juga berpengaruh pada dokumen yang selama ini ada. Baik itu dokumen kependudukan maupun sertifikat tanah,’’ terang SR.

Karena itu, SR meminta disbudparmudora membuat kajian rencana perubahan nama jalan tersebut. Baru setelah itu hasilnya dilaporkan kepadanya berikut penjelasan lengkap alasan perubahan nama Jalan Pahlawan menjadi nama tokoh daerah asal Madiun. Seperti Retno Dumilah, Ronggo Warsito, maupun Sentot Prawirodirdjo. ’’Yang jelas, saya belum mendapatkan laporan resmi dari dinas terkait,’’ tegasnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Madiun Didik Yulianto menekankan bahwa pengubahan nama jalan harus melalui persetujuan DPRD. Ketentuan itu sesuai dengan Perda 4/2002 tentang Pemasangan Nomor Rumah dan Pemberian Nama Jalan Dalam Kota Madiun.

Ada beberapa kriteria pemberian nama jalan yang diatur dalam perda itu. Yakni, nama pahlawan nasional atau daerah, nama tokoh masyarakat yang dianggap berjasa dan telah meninggal, nama flora fauna, serta nama geografis. ‘’Tapi, selama ini pemberian nama jalan banyak yang tidak melalui kita,’’ ungkap politikus PDIP itu.

Sebelumnya, Kepala Disbudparmudora Kota Madiun Agoes Poerwowidagdo mengatakan, usulan perubahan nama Jalan Pahlawan berlaku mulai dari perempatan Gereja Santo Cornelius sampai perempatan Tugu. Adapun jalan itu nanti diubah menjadi nama tokoh daerah asal Madiun. ’’Konsep awal kami adalah (diubah) menjadi Jalan Ronggo Jumeno,’’ katanya.

Selain mengubah nama jalan yang sudah bertahan sejak 2002 itu, disbudparmudora juga mengusung konsep penataan landmark di perempatan Tugu. Seperti merenovasi keberadaan taman dan lampu yang berada di simpang empat tersebut. ‘’Kami bangun tugu yang menggambarkan tentang sejarah Kota Madiun. Sehingga, bisa menjadi ikon daerah,’’ ujar mantan kepala DPPKAD itu.

Agoes mengungkapkan, rencana perubahan nama jalan menjadi salah satu cara mendongkrak budaya daerah. Karena setahu dia hampir seluruh jalan dalam kota diberi nama-nama tokoh pahlawan. Belum ada yang mengangkat tokoh asal Madiun. ’’Tapi, sementara project kami hanya satu jalan dulu. Kami cari jalan yang namanya nanti diubah tidak membuat gaduh masyarakat Kota Madiun,’’ tuturnya.

Pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan dinas perhubungan (dishub), dinas perdagangan, satpol PP, dan DPUTR untuk membantu sosialisasi kepada para pelaku usaha terkait rencana perubahan nama Jalan Pahlawan. ’’Kami harus menampilkan ketokohan daerah. Ini nyambung dengan city branding Kota Madiun sebagai Kota Karismatik yang menampilkan inner beauty dari ketokohan sejarah dan budaya daerah,’’ terangnya.

Namun demikian, Agoes Poer menegaskan perubahan nama Jalan Pahlawan menjadi Jalan Ronggo Jumeno itu belum final. Yang jelas, pihaknya masih bakal melakukan kajian mendalam terkait rencana tersebut. Termasuk berkoordinasi dengan akademisi, pakar budaya, sejarahwan, serta tokoh masyarakat. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here