Remittance TKI Ponorogo Turun Rp 38 Miliar

163

PONOROGO – Kiriman uang (remittance) dari tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Ponorogo menurun. Berdasarkan itung-itungan Kantor Pos Ponorogo, tutup 2018 remittance tembus Rp 153,8 miliar. Turun sekitar Rp 38 miliar dari 2017 yang mencapai Rp 191,4 miliar. ‘’Berdasarkan database, jumlah remittance menurun,’’ kata Bagian Pelayanan Kantor Pos Ponorogo Yulia Indah Lutfiani.

Penurunan ini, sebut Yulia, bisa disebabkan turunnya jumlah TKI. Bisa pula pahlawan devisa itu memilih pengiriman lain. Tidak melalui kantor pos (western union). ‘’Ada beberapa kemungkinan,’’ ujarnya.

Biasanya, lonjakan pengiriman uang terjadi menjelang Idul Fitri dan Hari Raya Imlek. Kendati demikian, dia mengklaim masyarakat masih memercayakan pengiriman uang melalui kantor pos. Sebab, uang yang dikirim dapat diambil saat itu juga. ‘’Hanya beberapa detik uang terkirim, langsung bisa diambil,’’ terangnya.

Pengambilan uang kiriman terbilang gampang. Penerima hanya cukup datang ke kantor pos membawa identitas diri. Hanya, penerima harus mengisi blangko yang ada dengan benar. ‘’Ada beberapa hal yang harus kami teliti,’’ tuturnya.

Menurutnya, ejaan nama yang dituliskan di blangko harus sesuai dengan nama yang dituliskan pengirim. Selisih spasi saja, lanjut dia, pihaknya masih harus mengecek kembali. ‘’Kami tidak berani ambil risiko. Karena itu, khusus untuk ejaan nama memang harus diperhatikan,’’ tegas Yulia.

Penerima juga harus menunjukkan nomor notifikasi sebagai syarat pengambilan. Khusus untuk penerima dari luar kota, diharuskan membawa identitas kedua. Bisa berupa surat izin mengemudi (SIM), paspor, dan sebagainya. ‘’Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Administrasi lebih diperketat, bukan untuk mempersulit, tapi mengantisipasi,’’ terangnya. (mg7/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here