Remaja Pembakar Rumah Berubah Temperamen sejak Bergaul dengan Anak Punk 

464

JAMBON – Masih ingat Agung Priawan, warga Desa Krebet, Kecamatan Jambon, yang nekat membakar rumahnya sendiri gara-gara tidak dibelikan handphone? Ternyata sejak setahun terakhir remaja 16 tahun itu berubah menjadi temperamen. Itu terjadi sejak Agung bergaul dengan anak punk. ‘’Sering ngamuk kalau keinginannya tidak dituruti,’’ tutur Kapolsek Jambon AKP Djoko Winarto kemarin (20/5).

Djoko menyebut, beberapa hari sebelum insiden kebakaran itu Agung sempat membanting meteran listrik. Pemicunya, saat meminta uang ke Gumbrek ayahnya, tidak dituruti. ‘’Orang tua bukannya tidak mau ngasih, tapi uang dipakai untuk kebutuhan lainnya yang lebih mendesak,’’ terangnya.

Menurut dia, dulu Agung dikenal sebagai sosok pendiam, ramah, dan baik. Pun kerap membantu warga yang sedang menggelar hajatan. Namun, belakangan lebih sering bergaul dengan pemuda luar desa.

Agung, lanjut Djoko, kini hanya tinggal berdua dengan Gumbrek yang sehari-harinya buruh serabutan. Ibu kandungnya bekerja merawat orang tua di Sidoarjo. Sementara, kedua kakaknya merantau di Surabaya dan Bali. ‘’Bisa jadi juga kurang kasih sayang,’’ ungkapnya.

Sementara itu, polisi akhirnya menahan Agung sebelum kelak diserahkan ke dinas sosial (dinsos) agar dilakukan pembinaan. Djoko menyebut, penahanan itu atas permintaan Gumbrek untuk memberikan efek jera bagi si anak. ‘’Besok (hari ini, Red) kami kirim ke dinsos,’’ pungkasnya.

Jika Agung nekat membakar rumah sendiri, lain lagi dengan Raf, warga Desa Karangan, Badegan. Pelajar kelas IX SMP itu sengaja menyatroni konter handphone (HP) milik Eko Darmanto di desa setempat.

Setelah selama dua bulan jejaknya tidak terendus, anak baru gede (ABG) itu akhirnya berhasil dibekuk polisi. Raf ditangkap Jumat malam (18/5) sekitar pukul 22.00. ‘’Penangkapan oleh petugas kami dibantu unit Buser Polres Ponorogo,’’ kata Kapolsek Badegan AKP Suwoyo.

Informasi yang dihimpun, aksi pencurian itu terjadi dua bulan lalu. Raf masuk konter setelah membobol pintu belakang. Begitu masuk, pelaku langsung mengambil tiga HP Samsung. Juga membawa kabur sembilan memori kapasitas 16 GB, power bank 15.000 MAH, 10 kartu perdana Telkomsel 5 GB, dan tiga perdana Indosat 35 GB. ‘’Bisa dikatakan lihai,’’ sebutnya.

Mengetahui konternya diobok-obok maling, Eko langsung melapor polisi. Setelah melakukan penyelidikan, baru Jumat lalu petugas berhasil mengungkap pelakunya. ‘’Tersangka kami amankan di mapolsek,’’ kata Suwoyo. (mg7/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here