Rem Blong, Truk Bermuatan Kursi-Terop Terguling, 9 Luka

186

MAGETAN – Truk pengangkut kursi dan terop perlengkapan pernikahan terguling di tepi jurang jalur Panekan-Ngawi kemarin (11/2). Persisnya masuk Desa Cempoko, Panekan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal tersebut. Namun, sopir beserta delapan orang lainnya mengalami luka-luka.

Berdasar informasi yang dihimpun, truk bernopol AE 8354 FF yang disopiri Rahmad Basuki, 30, warga Desa Karangrejo, Kawedanan, itu hendak mengantarkan sewa alat perlengkapan pernikahan ke Desa Turi, Panekan, sekitar pukul 08.00. Basuki tidak sendiri saat itu. Dia bersama Gatot, 40, si pemilik truk, serta enam orang crew.

Gatot duduk di bangku depan samping sopir. Sedangkan enam lainnya yang notabene anak buah Gatot berada dalam bak truk.

Awalnya, perjalanan normal. Petaka baru terjadi setelah memasuki turunan tajam jalur Panekan-Ngawi. Basuki merasa rem tidak berfungsi saat diinjak. Sementara laju truk makin tak terkendali hingga terasa oleng. Gatot yang berada disamping Basuki ikut panik. Begitu juga dengan crew Gatot yang berada di bak truk.

Karena rem blong, truk kemudian menabrak pembatas jalan hingga terguling di tepi jurang. Muatan kursi dan terop yang ada di bak truk numplek ke lereng jurang. Sementara, lima orang crew Gatot terempas ke tanah dan aspal. Beberapa di antaranya bahkan sampai terperosok ke tepi jurang.

Selain itu, muatan truk yang berserakan sempat mengenai warga setempat. Saat kejadian, warga itu diketahui sedang berada persis di dekat lokasi kejadian tengah bercocok tanam.

Warga yang mengetahui kejadian itu langsung membantu proses evakuasi korban luka. Mereka selanjutnya membawanya ke Puskesmas Panekan. Beberapa saat kemudian petugas dari Unit Laka Lantas Polres Magetan datang ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP. ‘’Dari hasil pemeriksaan, kecelakaan diduga karena rem blong. Serta over dimensi karena terlalu banyak memuat alat perlengkapan pernikahan, seperti kursi dan terop,’’ kata Bripka Aris, anggota Satlantas Polres Magetan, kemarin.

Kendati demikian, dia memastikan seluruh korban selamat dari peristiwa tersebut. Hanya, mereka mengalami luka-luka. Sehingga harus mendapatkan perawatan di Puskesmas Panekan. ‘’Saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,’’ ujar Aris. (mgc/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here