Relokasi Tiga Pasar, Disperdakum Janji Tak Acuhkan Pedagang

157

PONOROGO – Pemkab tidak akan mengacuhkan para pedagang dalam relokasi besar-besaran tiga pasar. Ribuan pedagang yang akan direlokasi bakal dilibatkan di sepanjang prosesnya. Termasuk pembagian lapak di pasar sementara tersebut. Tujuannya, supaya meminimalkan gejolak di sepanjang proses relokasi. ‘’Mulai minggu depan tahapan menuju relokasi dimulai,’’ kata Kabid Penataan Pasar Disperdakum Fitri Nurcahyo.

Minggu ini, kata Fitri, akan dimulai dengan mengkavling empat los yang tersedia di pasar sementara tersebut. Rencananya, los 1, 2, dan 3 diperuntukkan 1.336 pedagang Pasar Legi Songgolangit. Sementara, los 4 diperuntukkan ratusan pedagang dari eks stasiun dan pengadilan. Senin (17/12) pihaknya bersama perhimpunan dan paguyuban pedagang akan melakukan penomoran. ‘’Perhimpunan dan paguyuban pedagang dari ketiga pasar kami ajak semua untuk menomori kavling-kavling itu,’’ ujarnya.

Pihaknya juga melibatkan para petugas pungut UPTD pasar untuk memastikan pembagian ruang berjualan agar adil bagi para pedagang. Di samping itu, disperdakum nantinya akan mengatur ketinggian sekat-sekat di antara para pedagang. Supaya sama rata antarsatu pedagang dengan yang lain. Namun, sekat yang akan dipergunakan tidak difasilitasi oleh pemkab. ‘’Pedagang yang membuat sekatnya sendiri. Tapi, untuk ketinggiannya, kami yang mengatur,’’ sebut Fitri.

Fitri menyadari akan ada ribuan pedagang  yang akan direlokasi sekaligus. Sedikitnya akan ada 1.992 pedagang dari tiga pasar yang akan boyongan. Termasuk pedagang pertokoan dan warung dari Pasar Legi. Karena itu, pihaknya memilih melibatkan perwakilan pedagang dari ketiga pasar dalam setiap tahapan menuju relokasi. Tujuannya, kata Fitri, untuk meredam gejolak. ‘’Supaya tidak ada gejolak,’’ tegasnya.

Sekretaris Perhimpunan Pedagang Pasar Legi Shenkli Fauzi menyebut keluhan sejumlah pedagang sehari sebelumnya klir. Kalangan pedagang pertokoan dan warung menyepakati ruang berjualan di pasar sementara. Meski, Fauzi pun mengakui luasan ruang bagi mereka jauh lebih sempit dibanding toko mereka di Pasar Legi. Nantinya di pasar sementara, pedagang pertokoan mendapat ruang berjualan seluas empat meter persegi. ‘’Sangat jauh dari yang selama ini, tapi pada akhirnya semua dapat menerima,’’ tandasnya. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here