Rekrutmen PPPK Dinilai Cederai Rasa Keadilan

110

PONOROGO – Keran rekrutmen PPPK resmi dibuka hingga 16 Februari mendatang. Kuota gelombang pertama 295 orang. Terbanyak tenaga pendidik dengan 195 posisi. Berikutnya tenaga harian lepas (THL) penyuluh pertanian sebanyak 77 posisi serta 23 posisi untuk tenaga kesehatan. ‘’Tes tahap pertama ini diperuntukkan bagi K-2,’’ kata Kepala BKPPD Ponorogo Arif Winarko.

Winarko menyebut, ada 326 tenaga K-2 di Ponorogo, terhitung tahun lalu. Sebanyak 30 orang di antaranya lolos seleksi CPNS. Masih tersisa 296 orang. K-2 di bidang teknis nonprioritas pun tidak terakomodasi dalam rekrutmen PPPK kali ini. ‘’Jadi, belum bisa mengikuti untuk yang tahap pertama,’’ ujarnya.

Lantaran merupakan program prioritas pusat, mau tidak mau daerah wajib mendukungnya. Melalui rapat di internal tim anggaran pemkab, disepakati anggaran Rp 8 miliar untuk pengadaan PPPK. Itu sudah termasuk biaya seleksi hingga gaji yang diterimakan nantinya. Terkait fasilitas dan bagaimana sistem kerja PPPK nantinya, Winarko menyebut bakal ada petunjuk lebih lanjut dari pusat. ‘’Tentunya ada evaluasi tahunan,’’ tuturnya.

Lantas bagaimana dengan sistem rekrutmen? Rekrutmen PPPK juga menggunakan sistem computer assisted test (CAT) serupa seleksi CPNS lalu. Meliputi sejumlah bidang seperti manajerial, teknis, hingga sosiokultural. Juga, tes wawancara. ‘’Tapi, bukan bertatap muka langsung, melainkan menggunakan komputer,’’ terangnya. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here