Rekanan Proyek Jilid II Gedung Anyar Dewan Terendus Berutang Minus

131

MADIUN – PT Ris Putra Delta (PT RPD) harus berpacu dengan waktu. Pelaksana pembangunan jilid II gedung DPRD Kota Madiun itu masih berutang minus progres sebesar sembilan persen untuk dikejar. Sementara, progres keseluruhan pekerjaan juga tak begitu menggembirakan. Di pekan kesembilan, proyek kakap senilai Rp 19,3 miliar itu baru berjalan 20 persen. Tidak banyak waktu tersisa. ’’Ada beberapa faktor (penyebab deviasi atau minus progres pekerjaan, Red),’’ kata Sekretaris DPRD Misdi.

Pembangunan jilid II gedung DPRD berlangsung sejak 27 Juli. Proyek itu menjadi salah satu dari dua proyek prestisius pemerintahan Bambang Irianto-Sugeng Rismiyanto (BaRis) jilid II. Selain, proyek Embung Pilangbango. Maklum, keduanya sempat tersandung kasus hukum hingga kelanjutan pembangunannya tertunda menahun. Pun, kelanjutan pembangunan gedung DPRD sempat terhambat. Lelang manajemen konstruksi harus dilempar dua kali. Begitu pula pekerjaan konstruksi yang harus dilempar sampai tiga kali.

’’Tiap hari kami selalu memantau. Pekerjaan juga diawasi langsung oleh manajemen konstruksi. Sejauh ini kami masih optimistis,’’ ujarnya.

Misdi menaruh optimisme pada PT RPD. Kendati, capaian pekerjaan mereka saat ini masih minus sembilan persen. Menurut Misdi, beberapa penyebab keterlambatan antara lain kendala distribusi material dan tertundanya start pekerjaan. Dia mengklaim berbagai persoalan itu sudah dievaluasi bersama. Terakhir, site meeting dilakukan Kamis lalu (27/9). Pihak pelaksana berkomitmen mengejar dengan mengupayakan sejumlah hal. ‘’Di antaranya menambah man power dan bersedia lembur,’’ bebernya.

Saat ini PT RPD sudah mengerahkan man power sebanyak 190 orang untuk mengejar minus tersebut. Pun, setiap harinya pekerjaan dilembur sampai pukul 22.00. Misdi mengklaim pihaknya terus memantau time schedule pekerjaan PT RPD secara ketat. Misdi tak ingin nasib proyek kakap itu berakhir seperti pembangunan jilid pertama lalu. Di mana berbagai pihak berakhir jadi pesakitan lantaran terlibat patgulipat.

’’Kami selalu push pelaksana agar on time. Tidak hanya berdoa, tapi juga usaha dan ikhtiar supaya tidak terulang (kasus seperti pembangunan jilid pertama, Red),’’ ucap Misdi.

Wakil rakyat menaruh harapan tinggi. Mereka bahkan optimistis awal tahun depan bisa boyongan ke kantor baru. Ketua DPRD Istono berharap berbagai rekanan yang terlibat untuk bertanggung jawab atas pekerjaan masing-masing. Pun, dia berharap agar pekerjaan mereka sesuai dengan perencanaan awal. Istono juga tak menampik bahwa pembangunan gedung DPRD menjadi salah satu prioritas di pemerintahan BaRis jilid II yang dikawal wakil rakyat saat ini. ’’Kami harap bisa tuntas dalam waktu empat bulan tersisa,’’ ujarnya.

Pihak dewan tidak akan tinggal diam. Mereka dalam waktu dekat berencana menggelar evaluasi bersama PT RPD dan Prima Cipta Consultant selaku konsultan manajemen konstruksi. ‘’Supaya jika ada persoalan, dapat segera didiskusikan dan diselesaikan,’’ terangnya. (naz/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here