Rekanan Kurang Profesional, Tiga Proyek Kesehatan Molor

94

PACITAN – Pekerjaan tiga proyek pembangunan pelayanan kesehatan di Pacitan molor. Yakni, proyek pembangunan jembatan layang RSUD dr Darsono, Puskesmas Kalak, dan Puskesmas Punung. Sesuai kontrak kerja, seharusnya sudah selesai pekan ini. ‘’Sesuai kesepakatan PPK (pejabat pembuat komitmen, Red) dan rekanan, pekan depan selesai,’’ kata Kepala Bagian Pembangunan Setkab Pacitan Mohammad Afandi kemarin (19/12).

Itu setelah ketiga rekanan pelaksana diberi tambahan waktu 10 hari. Afandi menyebut pekerjaan pembangunan Puskesmas Punung yang paling lemot. Hingga saat ini, progresnya masih 75 persen. Sedangkan dua lainnya sudah 95 persen lebih. Untuk RSUD tinggal menyelesaikan pekerjaan atap dan beberapa bagian lainnya. Sedangkan Puskesmas Kalak tinggal finishing. ‘’Penyebabnya, rekanan kurang profesional,’’ ujarnya.

Penyebab lainnya, lanjut Afandi, waktunya sangat mepet. Terlebih Puskesmas Kalak. Sebab, sempat terhambat proses pembebasan lahan. Selain itu, faktor cuaca disebut jadi penyebab pekerjaan tidak bisa maksimal. Pekerjaan kerap terhenti karena hujan. ‘’Seperti akhir-akhir ini, muncul kendala cuaca,’’ tambahnya.

Mengetahui kondisi itu, ungkap Afandi, Bupati Pacitan Indartato sempat uring-uringan. Terutama proyek pembangunan Puskesmas Punung. Jika tidak rampung tahun ini, bangunan tersebut terancam mangkrak setahun lantaran tidak dianggarkan pada 2019. Meski begitu, Pemkab Pacitan tidak memutus kontrak. Mereka diberi tambahan waktu untuk menyelesaikan pekerjaannya. ‘’Caranya, harus menambah tenaga kerja dan lembur,’’ jelasnya.

Meski begitu, rekanan tidak lantas terbebas dari sanksi. Mereka tetap didenda. Per hari sekitar Rp 3 juta. Itu dihitung sesuai nilai kontrak. Pembangunan jembatan layang RSUD dr Darsono nilai kontraknya Rp 3,5 miliar, Puskesmas Kalak Rp 3,2 miliar, dan Puskesmas Punung Rp 3,1 miliar. ‘’Dendanya seperseribu dari nilai kontrak,’’ ungkapnya.

Seharunya, sebut Afandi, ketiga proyek tersebut sudah selesai 17 Desember lalu. Sehingga, tutup buku pencairan dan pelaporan sudah bisa dilakukan. Namun, Pemkab memberi kebijakan menerima pelaporan 23 Desember nanti. Pihaknya menargetkan serapan anggaran tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya, yakni 95 persen. ‘’Tahun ini minimal 96 persen,’’ sebutnya. (odi/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here