Rekanan Abai Catatan Dewan, Puskesmas Punung Banyak Kekurangan

55

PACITAN – Komisi II DPRD Pacitan berang. Pasalnya, catatan pasca-inspeksi mendadak (sidak) sebelum penerimaan tahap pertama (P-1) atas pekerjaan proyek pembangunan Pukesmas Punung tidak direken rekanan. ‘’Catatan yang seharusnya diselesaikan pada masa pemeliharaan ternyata tidak dilaksanakan,’’ kata Sekretaris Komisi II DPRD Pacitan Dandung Wahyu Wibowo kemarin (12/3).

Bahkan, lanjut dia, sebagian besar catatan tidak dikerjakan. Di antaranya pengecatan bangunan puskesmas. Lainnya, kerapian pekerjaan dan kebersihan lingkungan yang satu paket pekerjaan proyek Puskesmas Punung. Lingkungan puskesmas dianggap masih kotor dengan sisa material bangunan. ‘’Banyak yang masih harus diperbaiki,’’ bebernya usai sidak kedua di Puskesmas Punung, Senin (11/3).

Atas fakta tersebut, pihaknya pun berkoordinasi kembali dengan dinas kesehatan (dinkes) dan rekanan pelaksana proyek agar kekurangan tersebut segera ditindaklanjuti. Dewan tidak ingin pekerjaan rumah tersebut molor melebihi masa pemeliharaan. Apalagi ada pos anggaran untuk masa pemeliharaan.  ‘’Kalau molor sampai masa pemeliharaan habis, bisa jadi persoalan baru di kemudian hari,’’ ujarnya mengingatkan.

Dandung menyebut, pekerjaan yang menyedot anggaran Rp 3,1 miliar itu tidak sukses. Pun tidak sesuai harapan. Untuk itu, wajib menjadi evaluasi Pemkab Pacitan. Pasalnya, kondisi tersebut berkaitan dengan ketidaksesuaian perencanaan, proses tender, pengumuman pemenang, dan sebagainya. Sehingga, berbuntut pada penawaran dan waktu pelaksanaan.

Dia pun menyebut kelalaian tersebut berakibat pada pelayanan kesehatan terganggu. Pasalnya, saat dimulai pelayanan masih ada sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan bersamaan. Dandung berharap kondisi tersebut tidak terjadi pada pelaksanaan pembangunan di Pacitan. Khususnya pelayanan publik. ‘’Kalau pembangunan sukses tentu pelayanan bisa maksimal. Sedangkan sekarang terganggu karena masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan,’’ tegasnya.

Rencana sidak kedua itu awalnya dijadwalkan Jumat (8/3). Namun, Dandung membantah pihaknya menghindari awak media. Dalihnya, pendamping komisi II sudah mengabarkan ke awak media. ‘’Ngendikane pendamping, jenengan sudah dikabari Mas Aji (ketua Komisi II DPRD Pacitan Indrata Nur Bayu Aji, Red). Kemarin malah saya tunggu,’’ tuturnya.

Diketahui, DPRD Pacitan mengambil sikap atas kejadian ambrolnya plafon kamar mandi di Puskesmas Punung. Komisi II DPRD Pacitan bakal kembali ke lokasi pelayanan publik berbanderol Rp 3,1 miliar itu. (odi/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here