Madiun

Rehab Minor Empat Ruang SDN 05 Madiun Lor Tak Jadi Persoalan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Rehab minor empat ruang SDN 05 Madiun Lor yang termasuk dalam bangunan cagar budaya mendapat atensi dari Historia van Madioen (HvM).

Andrik Suprianto, pegiat sejarah HvM, mengatakan bahwa kerusakan dinding retak, lantai mengelupas, dan plafon rusak di sekolah itu tidak menjadi soal untuk diperbaiki. Asal tidak mengubah keaslian bentuk bangunan bersejarah tersebut. ‘’Perbaikan ringan tak jadi persoalan,’’ kata Andrik.

Hal itu sebagaimana termaktub dalam UU Nomor 11/2010 tentang Cagar Budaya. Khususnya pasal 76 ayat 1: pemeliharaan dilakukan dengan cara merawat cagar budaya untuk mencegah dan menanggulangi kerusakan akibat pengaruh alam dan/atau perbuatan manusia. Soal perawatan diatur dalam ayat 3 dengan pembersihan, pengawetan, dan perbaikan atas kerusakan dengan memperhatikan keaslian bentuk, tata letak, gaya, bahan, dan/atau teknologi cagar budaya. ‘’Perbaikan ringan termasuk dalam pemeliharaan. Artinya itu dilakukan agar kerusakan yang ada tidak merusak bangunan bersejarah tersebut,’’ jelasnya.

Andrik tetap mewanti-wanti agar proses perbaikan mendapatkan pengawasan. Khususnya dilakukan oleh ahli dalam bidangnya. Agar kelestarian bangunannya tetap terjaga. ‘’Sekolah itu memiliki sejarah panjang,’’ tegasnya.

HvM pernah melacak sekolah di Jalan Jawa nomor 16 Kota Madiun itu. Sekolah itu dibangun untuk Holland Inlansche School (HIS). Sekolah yang dikhususkan untuk peranakan bangsawan. ‘‘Sebagaimana HIS pada masanya diperuntukkan kalangan bangsawan,’’ ungkapnya.

Gedung 1.008 meter persegi itu dibangun pemerintah kolonial Belanda di atas tanah seluas 4.900 meter persegi. Kendati hingga kini HvM belum mendapat bukti otentik kapan sekolah itu didirikan. ‘’HIS ketika itu tidak hanya satu itu,’’ sebutnya.

Ada tiga HIS yang didirikan dalam rentang waktu bersamaan. Meliputi SDN 02 Kartoharjo, SMPN 05 Kota Madiun, dan SD Santa Maria. Saat pendudukan Jepang, seluruh HIS dirombak menjadi Misuho. Termasuk HIS yang sekarang difungsikan SDN 05 Madiun Lor. Namun, tidak berlangsung lama. Usai kemerdekaan, pemerintah mengubahnya menjadi Sekolah Rakyat Latihan Guru B (SRLGB). ‘’Setelah itu masuk era kemerdekaan,’’ imbuh Andrik.

Berdasarkan dokumen sekolah tentang catatan sejarah singkat, sekolah itu berganti nama menjadi SDN Endrakila I dan II pada 1 Februari 1966 silam. Empat belas tahun berselang menjadi SDN Madiun Lor 09 dan 12. Tepat 11 Agustus 2006 di-regrouping menjadi SDN 05 Madiun Lor hingga kini. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close