Madiun

Rehab Alun-Alun Kota Madiun Adopsi Semarang

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tampilan alun-alun Kota Madiun bakal didesain ulang. Mulai perubahan penataan kawasan hingga penambahan fasilitas penunjang. Pemkot juga berencana menyediakan panggung khusus. Keberadaan panggung itu bakal menggantikan lampu HPI-T yang sekarang terpasang di tengah. Luas panggungnya 1×20 meter. ‘’Ketika malam Minggu ada acara, semua sudah bisa dilakukan di situ. Sound-nya tinggal dicolokkan,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi Rabu (8/1).

Penambahan panggung itu sekaligus menambah fasilitas serupa yang sudah ada sebelumnya di Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun. Sedangkan, terkait fungsinya dapat dijadikan tempat pentas parade senja drumben pelajar. ‘’Di Kota Madiun terdapat 32 grup drumben. Kalau setiap bulan ada dua (penampilan) drumben saja, tentu setiap grup dalam setahun hanya tampil sekali,’’ ujar pejabat asal Magetan itu.

Menurut Maidi, hal tersebut dapat menjadi opsi grup drumben pelajar untuk menunjukkan kemampuan mereka. Karena selama ini mereka hanya tampil saat hari jadi kota dan parade kemerdekaan. Kelak, potensi seni dan budaya yang ada di Kota Madiun dapat dinikmati secara luas. Tidak hanya drumben, juga pencak silat. ‘’Potensi sudah ada. Tinggal bagaimana kita menyuguhkannya,’’ tutur mantan sekda Kota Madiun tersebut.

Selain itu, paseban di sisi selatan akan diperluas. Dengan harapan bisa menampung lebih banyak lagi tamu undangan saat ada upacara maupun kegiatan pemerintahan. ‘’Paseban itu kurang luas. Kurang ke barat dan timur. Sehingga, ketika ada event di situ tidak usah pakai tenda,’’ terangnya.

Rehab wajah alun-alun itu dimulai tahun ini. Sekarang tahapannya masih lelang proyek. Nilai pagunya sekitar Rp 1,7 miliar. Diharapkan sudah dimulai Februari. Di luar itu semua, Maidi juga mewacanakan untuk menata para pedagang kaki lima (PKL) di alun-alun. Mereka akan direlokasi ke satu tempat di Jalan Alun-Alun Timur. Di sana bakal dijadikan sebagai sentra kuliner. Sementara, jalur pedestrian atau trotoar alun-alun nantinya bakal dibenahi. Modelnya seperti di depan balai kota sekarang. Konsep penataan itu, diakui Maidi, meniru Alun-Alun Kauman, Semarang. ‘’Setiap sudut jalur pedestrian bakal terkoneksi dengan fasilitas yang ada di alun-alun,’’ tandas Maidi. (her/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close