Ponorogo

Rebuild Pasar Legi, Banyak Kontraktor BUMN Lolos Kualifikasi

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Kontraktor pelat merah berbondong-bondong mengikuti lelang pembangunan Pasar Legi. Itu tak lepas dari besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah pusat. Hingga Rabu (13/11) ada 228 peserta lelang megaproyek dengan nilai pagu Rp 165 miliar itu. Kontrak dengan rekanan terpilih diteken akhir bulan ini. ‘’Ada beberapa rekanan lolos kualifikasi. Saat ini sudah dievaluasi,’’ kata Kepala Disperdakum Addin Andhanawarih.

Lelang megaproyek Pasar Legi mulai diluncurkan 9 Oktober lalu. Menilik laman layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR), ada 228 peserta yang mendaftar lelang. Dari perusahaan kecil sampai badan usaha milik negara (BUMN). Misalnya, PT Brantas Abipraya (Persero), PT Wijaya Karya Bangunan Gedung, PT Adhi Persada Gedung, PT PP Urban, atau PT Waskita Karya (Persero) Tbk. ‘’Banyak BUMN yang mengikuti lelang,’’ ujarnya.

Kementerian PUPR berwenang penuh atas megaproyek tersebut. Mereka punya standar tersendiri terhadap calon kontraktor pembangunan Pasar Legi. Pasalnya, nanti bangunan memiliki spesifikasi yang tinggi. Jika kelak sudah berdiri, Addin menyebut Pasar Legi akan menjadi satu-satunya bangunan di Ponorogo yang berstandar bangunan gedung hijau (BGH) dengan klasifikasi utama. ‘’Jadi, spesifikasinya tinggi. Rencana awalnya berklasifikasi madya, dalam perjalanan desain direvisi menjadi BGH utama,’’ sebutnya.

Tingginya spesifikasi Pasar Legi bukan menjadi satu-satunya tantangan para calon rekanan. Waktu yang begitu singkat juga menjadi persoalan. Megaproyek itu rencananya hanya akan digeber dalam setahun mendatang. Untuk menyiasati minimnya waktu, pemerintah pusat mensyaratkan rekanan harus memulai bekerja sejak 2019 ini. Di satu bulan tersisa, terhitung teken kontrak pada 28 November. ‘’2020 harus selesai. Informasinya, 30 persen sudah harus dikebut sejak Desember 2019, begitu teken kontrak,’’ beber Addin.

Tak heran, jika menengok pasar eks pengadilan, satu per satu material yang tersisa di sana sudah mulai dipereteli. Pemkab memang memperbolehkan organisasi perangkat daerah (OPD) maupun instansi lain untuk memanfaatkan material bongkaran tersebut. Lahan seluas 16 ribu meter persegi di bekas Pasar Legi sampai eks pengadilan harus rata tanah sebelum Desember. ‘’Kami mulai ratakan sejak bulan ini,’’ tuturnya.

Addin juga memastikan APBD tahun depan akan mengakomodasi pengadaan sejumlah prasarana. Seperti cold storage serta genset. Ditanya soal waktu dan berbagai tantangan, Addin optimistis megaproyek itu bisa tuntas tepat waktu. ‘’Informasinya, Pak Presiden Joko Widodo juga akan diundang dalam peletakan baru pertama Desember nanti,’’ pungkasnya. (naz/c1/fin)

Berharap Lekas Kembali Putar Roda Ekonomi

PEDAGANG yang kini direlokasi sudah sangat menanti pembangunan ulang Pasar Legi. Ribuan dari mereka kini setiap harinya berniaga sementara di Jalan Cipto Mangunkusumo. Berharap lekas kembali ke Pasar Legi yang baru dan lebih strategis untuk memutar roda ekonomi. ‘’Kami berharap mulai awal tahun sudah bisa terlihat pekerjaan pembangunannya. Itu membuat kami lega,’’ kata Sekretaris Paguyuban Pedagang Pasar Legi Shenkli Fauzi Rabu (13/11).

Januari lalu, Fauzi bersama ribuan pedagang dari Pasar Legi, eks pengadilan, dan sebagian dari eks stasiun diboyong ke pasar relokasi. Hingga kini, mereka berniaga di pasar yang didesain sebagai tempat niaga sementara. Pemindahan itu jelas berdampak pada peruntungan para pedagang. Meski di sisi lain, ada saja pedagang yang tetap mengeruk pendapatan dalam jumlah tinggi. Itu, kata Fauzi, adalah dinamika yang umum terjadi di pasar tradisional.

Fauzi mengaku kerap mendapat perkembangan informasi dari dinas perdagangan koperasi dan usaha mikro (disperdakum). Terakhir, duduk bersama sekitar satu bulan lalu. Kala itu, para pedagang diberi informasi bahwa lelang pembangunan Pasar Legi tengah diproses Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR). ‘’Sudah dipastikan pemerintah pusat siap membangun Pasar Legi baru tahun depan,’’ ujarnya.

Desain awal juga sudah disampaikan kepada para pedagang. Namun, belakangan Fauzi mendapat informasi bahwa desain kemungkinan berubah. Menyesuaikan revisi anggaran di pemerintah pusat. Soal itu, Fauzi berharap bisa mendapat kejelasan dari disperdakum. ‘’Kaitannya dengan penataan, pembagian lokasinya, dan penyesuaian dengan jumlah pedagang. Data kami ada 1.328 lapak yang minimal harus terakomodasi,’’ pungkasnya. (naz/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close