Pacitan

Realisasi Waduk Wadah Terganjal Penolakan Warga

PACITAN – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo ”angkat tangan” untuk melanjutkan rencana pembangunan Waduk Wonodadi atau Waduk Wadah di Desa Klepu, Sudimoro, Pacitan. Pasalnya, penolakan warga membuat penganggaran proyek waduk berdaya tampung 80 juta meter kubik air tersebut tertunda tahun ini. ‘’Saat ini kami menunggu kesiapan masyarakat,’’ kata Kepala BBWS Bengawan Solo Charisal Akdian Manu kemarin (25/3).

Charisal juga menagih kesiapan Bupati Pacitan Indartato untuk menyelesaikan masalah tersebut. Pasalnya, permintaan tersebut disampaikan bupati saat Menteri Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ke Pacitan setahun lalu. Lampu hijau penganggaran 2018 tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Sehingga, dikembalikan ke kas negara. Itu lantaran proses pengumpulan data untuk menyusun detail engineering design (DED) terganjal penolakan warga. ‘’Kami tunggu upaya bupati untuk meyakinkan masyarakat,’’ ujarnya.

Lantaran tahun ini tidak dianggarkan, dia pun tidak menjamin pekerjaan proyek Waduk Wonodadi bisa dimulai 2020 mendatang sesuai perencanaan awal seandainya warga merestui. Dia memperkirakan baru bisa dimulai 2021 atau bahkan 2022. Itu pun jika Pemkab Pacitan bisa melakukan pembebasan lahan tahun ini. ‘’Kami tidak bisa bikin cepat. Karena waduk termasuk bangunan berisiko tinggi,’’ tuturnya.

Untuk itu, kelanjutan pengeboran untuk pengumpulan data pelengkap kebutuhan DED belum akan dilakukan tahun ini. Fokus saat ini pekerjaan sejumlah waduk lain yang tahapan pembangunannya sudah berjalan. Pengeboran bakal dilakukan hingga warga sekitar waduk siap. Pasalnya, dia tidak ingin proses pengumpulan data rencana pembangunan waduk tidak serius. ‘’Itu paling penting. Rohnya pembangunan di situ. Tanpa data, kami tidak bisa berbuat apa-apa,’’ jelasnya.

Sementara Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Pacitan Suhariyanto menyebut hingga saat ini rencana pembangunan Waduk Wonodadi terkendala penolakan warga. Dia menyayangkan lantaran tidak memperhitungkan manfaat waduk yang mampu mencukupi kebutuhan air baku warga wilayah Lorok Raya (Sudimoro, Ngadirojo, Tulakan). ‘’Padahal, segala sesuatu seperti ganti rugi dan lain sebagainya sudah disiapkan. Cuma belum disampaikan karena belum waktunya,‘’ terangnya. (odi/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close