Razia Narkoba, Malah Temukan Botol Arjo

245

MADIUN – Tiga pengunjung di sebuah tempat karaoke di dekat Terminal Purboyo mungkin sedang apes pada Sabtu malam (29/12). Niat mereka menghabiskan malam sambil berdendang ria buyar. Belum sampai 30 menit berada di dalam room nomor 5, pada saat bersamaan, petugas dari berbagai satuan tengah mengadakan operasi di tempat tersebut.

Operasi itu dilakukan Satreskoba Polres Madiun Kota bersama polisi militer (PM) TNI-AU dan TNI-AD serta provos kepolisian. Ada tiga titik yang disambangi. Sasarannya sebenarnya bukan minuman keras (miras), melainkan narkoba.

Razia dimulai pukul 22.00. Tim gabungan yang dipimpin Kabag Ops Polres Madiun Kota AKP Gatot Sudiyoto tersebut mendatangi sebuah tempat karaoke yang berada persis di sebelah selatan terminal kargo.

Tim gabungan langsung menyebar sesampainya di lokasi. Seluruh room disambangi. Setiap pengunjung diminta menunjukkan kartu identitasnya. Mereka juga digeledah. Mulai saku celana, rokok, dompet, tas, hingga pakaian.

Saat proses pemeriksaan pengunjung tempat karaoke tersebut, petugas mendapati dua botol miras jenis arak jowo (arjo) yang berada di keranjang sampah di room 5. Petugas lantas menanyakan kepemilikan arjo itu kepada tiga pengunjung room tersebut. Tapi, mereka tidak mengaku.

Manajer tempat karaoke itu juga mengelak jika pihaknya memperjualbelikan miras jenis arjo kepada pengunjung. ’’Masak miras itu jalan sendiri ke sini. Kan tidak mungkin, Pak,’’ kata Kasubag Humas Polres Madiun Kota AKP Ida Royani yang ikut dalam rombongan.

Meski begitu, tiga pengunjung tersebut tetap dilakukan pendataan. Mereka bakal dimintai keterangan lebih lanjut terkait kepemilikan miras tersebut. ’’Temuan itu tetap akan kami lanjutkan ke sidang tindak pidana ringan (tipiring) di pengadilan,’’ kata Kabag Ops Polres Madiun Kota AKP Gatot Sudiyoto.

Selepas itu, tim lantas bergerak ke sejumlah tempat karaoke di Kota Madiun. Seperti di Jalan S. Parman depan kantor Kelurahan Oro-Oro Ombo, Jalan Taman Praja depan gedung baru DPRD, Jalan Trunojoyo, dan Jalan Progo. Bahkan, diskotek di Jalan Cokroaminoto dan Jalan Bali juga tak luput dari operasi gabungan tersebut.

Saat itu, suasana musik yang nge-beat tiba-tiba berhenti karena kedatangan petugas. Kerlip lampu warna-warni yang menyorot ke sejumlah sudut ruangan berganti dengan lampu putih terang. Mata para pengunjung tiba-tiba berubah menjadi sipit. Maklum, kondisi ruangan gelap berubah jadi terang. AKP Gatot dan AKP Ida langsung mengambil alih situasi. Tanpa banyak basa-basi, mereka langsung meminta para pengunjung untuk kesediaannya diperiksa. ’’Kami periksa sebentar, mohon maaf mengganggu,’’ ucap Gatot.

Dalam operasi yang berlangsung sampai Minggu (30/12) sekitar pukul 02.00 itu, semua tidak luput dari pemeriksaan. Termasuk para tamu perempuan, pemandu lagu, maupun female disc jokey (FDJ). Semua barang bawaan mereka diperiksa. Bahkan, di sebuah pub dan karaoke Jalan Bali, anggota dari satreskoba sempat melakukan pemeriksaan urine dua orang pemandu lagu (PL) secara acak dengan metode rapid test. Hasilnya, semua bersetrip dua alias negatif dari zat amfetamin.

Gatot menjelaskan, operasi itu sengaja dilakukan untuk mengantisipasi peredaran narkoba ke sejumlah tempat hiburan malam (THM) di Kota Madiun jelang perayaan tahun baru. ’’Yang pasti, kami tidak ingin terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan saat malam perayaan pergantian tahun nanti,’’ jelas mantan kapolsek Kabuh Polres Jombang itu. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here