Rawan Politik Uang, Bawaslu Ajak Pedagang dan Tukang Becak Awasi Pemilu

21

MADIUN – Sepekan menjelang coblosan pemilu 2019 dihinggapi kemungkinan praktik kecurangan. Seperti halnya praktik money politics. Hal itu terungkap dari data Bawaslu Kota Madiun yang menyatakan bahwa politik uang masih menjadi budaya sebagian masyarakat saat pelaksanaan pemilu.

Untuk mencegah hal tersebut, Bawaslu menggandeng pelaku UMKM, tukang ojek, abang becak dan pedagang menjadi pengawas partisipatif. Apalagi, ada sekitar 605 TPS saat di pemilu 2019 nanti yang perlu mendapat pengawasan. Sementara jumlah pengawas adhoc yang dimiliki oleh Bawaslu terbatas. “Jangan terpengaruh oleh uang. Karena pemimpin yang kita pilih dengan uang itu bisa jadi merupakan caleg yang tidak berkualitas. Soalnya hanya mengandalkan pragmatisme. Sehingga efeknya tidak baik bagi Kota Madiun,” kata Ketua Bawaslu Kota Madiun Kokok Heru Purwoko.

Disamping itu, Kokok menambahkan perlunya warga ikut membantu mengawasi dugaan adanya pelanggaran pemilu. Seperti halanya penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian. “Laporkan kepada kami, saya menjamin identitas Anda kami rahasiakan,” ujarnya. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here