Ratusan Wabin Terancam Kehilangan Hak Pilih

66

PONOROGO – Ratusan warga binaan (wabin) Rutan Klas II B Ponorogo terancam hak pilihnya. Pasalnya, hingga kemarin pihak rutan belum mendapat konfirmasi dari KPU setempat mengenai tempat pemungutan suara (TPS) tambahan di rutan. Juga masih banyak wabin setempat yang belum masuk daftar pemilih tambahan (DPTb) lantaran KPU sudah menutup pendaftaran pindah pilih pada 17 Maret lalu. ’’Sampai detik ini, belum ada kepastian mengenai pembentukan TPS di dalam rutan,’’ kata Kepala Tata Usaha Rutan Klas II B Ponorogo Sucipto kemarin (25/3).

Sucipto yang sudah enam kali gelaran pemilu menjadi ketua kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di dalam rutan itu prihatin. Pasalnya, gelaran pemilu sudah tinggal hitungan hari. Tapi, senyatanya belum ada kepastian yang diterimanya mengenai pembentukan TPS tambahan di dalam rutan.

Pihak rutan hanya mendapat penjelasan, jika tidak ada TPS tambahan, maka pencoblosan pun ikut dengan TPS di sekitar rutan. Mekanismenya, KPPS di sekitar rutan mendatangi rutan untuk memfasilitasi hak pilih wabin. Tapi, setelah pukul 12.00, ketika seluruh warga di daftar pemilih tetap (DPT) TPS itu sudah terakomodasi semua. ’’Bisanya setelah TPS setempat melayani warga sekitar. Tapi, dengan waktu yang hanya satu jam kurang, apa ya mencukupi,’’ keluhnya. ’’Seperti apa solusinya, itu kewenangan KPU. Rutan hanya memfasilitasi,’’ imbuh Sucipto.

Persoalan kian pelik mengingat angka penghuni rutan yang dinamis. Rupanya, baru 205 wabin rutan yang sudah masuk dalam DPTb. Padahal, total wabin di rutan saat ini berjumlah 319 orang. Sucipto mengaku telah berkomunikasi dengan KPU mengenai hal tersebut. Pihak rutan berharap, ada upaya verifikasi dari KPU agar wabin bisa menggunakan hak pilihnya. ’’Kami sudah komunikasikan itu. Karena di rutan ini wabinnya dinamis, banyak yang keluar dan masuk dalam tempo waktu yang cepat,’’ terangnya.

Sucipto khawatir dengan nasib para wabin jika tidak dapat difasilitasi masuk DPTb. Otomatis, mereka tak dapat menggunakan hak pilihnya pada 17 April mendatang. ’’Sepanjang wabin tidak mengantongi A5, otomatis mereka tidak bisa menyalurkan hak pilihnya,’’ jelasnya. (naz/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here