Ratusan Traktor ‘’Serbu’’ Pegadaian

49

NGAWI – Apa saja dilakukan agar bisa berlebaran. Sejumlah warga Ngawi sengaja menggadaikan traktor miliknya demi memperoleh duit untuk berhari raya. ‘’Mungkin karena pengaruh faktor karakteristik daerah yang sebagaian besar masyarakatnya bekerja sebagai petani,’’ kata Pimpinan Cabang Pegadaian Ngawi Wigiyana Kamis (30/5).

Wigiyana menyebut, dari lima unit pegadaian di Ngawi saat ini terdapat lebih dari 500 traktor yang digadaikan warga. Salah satu unit menerima sekitar 300 traktor sebagai barang agunan. ‘’Pada dasarnya traktor itu sama dengan kendaraan bermotor lainnya meski tidak dilengkapi BPKB maupun STNK. Jadi, tidak masalah (mengagunkan traktor),’’ ungkapnya.

Dia mengatakan, traktor bisa dijadikan barang agunan untuk pinjaman uang dari Rp 5 juta hingga Rp 15 juta. Tergantung kondisi mesin dan mereknya. Hanya, diakuinya, jenis agunan itu membutuhkan tempat yang luas. ‘’Tapi, sejauh ini masih bisa tertampung,’’ jelasnya sembari menyebut fenomena warga mengagunkan traktor ke pegadaian juga terjadi di sejumllah daerah tetangga seperti Magetan dan Nganjuk.

Wigiyana menuturkan, warga mengagunkan traktor miliknya ke pegadaian tidak hanya terjadi menjelang Lebaran. Melainkan merupakan fenomena biasa setiap bulan. Bahkan, ada yang dalam setahun tiga kali – seiring musim tanam- melego traktornya ke pegadaian. ‘’Kebetulan, menjelang Lebaran kali ini bersamaan dengan berakhirnya musim tanam,’’ ujarnya.

Dia menambahkan, menjelang Lebaran ini untuk jumlah transaksi di Pegadaian Ngawi mengalami peningkatan 10-15 persen. Baik transaksi keluar maupun masuk. ‘’Transaksi keluar didominasi warga yang hendak menebus jaminan barang perhiasan karena mau dipakai Lebaran. Sedangkan transaksi masuk didominasi barang jaminan non-emas, salah satunya traktor,’’ ungkapnya.

Karmuji, salah seorang warga, mengaku biasa menggadaikan traktor miliknya saat membutuhkan dana segar. Nyaris setiap selesai musim tanam dia memasukkan traktornya ke pegadaian. untuk membeli pupuk dan kebutuhan sawah lainnya. ‘’Kalau sudah panen dan waktunya tanam diambil lagi,’’ ungkap warga Desa Watualang, Ngawi, tersebut. (tif/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here