Ratusan Reklame Dipaku di Pohon, DLH Sebut Langgar Perda

94

NGAWI – Sepanjang Jalan Raya Jogorogo-Kendal kini seolah menjadi hutan reklame. Ratusan banner, mulai berbagai iklan produk sampai foto caleg, terpasang di sepanjang jalur itu. Yang memprihatinkan, mayoritas dipaku di batang pohon. ‘’Jelas merusak itu (memaku banner di pohon pinggir jalan, Red),’’ kata Kabid Tata Lingkungan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ngawi Dodi Aprilasetya kemarin (4/3).

Pantauan Radar Ngawi, mulai Pasar Jogorogo sampai wilayah perbatasan Magetan terdapat sedikitnya 237 banner –beberapa di antaranya foto caleg- yang dipaku di pepohonan. Bahkan, ada satu pohon yang terpasang sampai lima banner sekaligus. Beberapa di antaranya tidak dipaku, melainkan diikat dengan kawat.

Tak pelak pemandangan sepanjang jalur itu tidak lagi terlihat asri. Apalagi, banyak reklame yang pemasangannya terkesan asal-asalan. Sebagian lagi sudah sobek. ‘’Pemasangan reklame di pohon itu dilarang, apalagi menggunakan paku,’’ ujar Dodi.

Dodi mengungkapkan, pemasangan banner dengan cara dipaku di pohon bisa menyebabkan tanaman rusak. Pun, berpotensi roboh lantaran pertumbuhannya tidak maksimal akibat tersiksa paku maupun kawat. ‘’Yang menancap di pohon seperti itu dipastikan bodong alias tidak ada izin,’’ tegasnya.

Menurut dia, memasang media sosialisasi di pohon pinggir jalan merupakan tindakan melanggar dua perda sekaligus. Yakni, Perda Nomor 16 Tahun 2015 tentang Perlindungan Pohon di Tepi Jalan dan Fasilitas Umum serta Perda Nomor 1 Tahun 2007 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum.

Kasi Pembinaan Pengawasan dan Penyuluhan Satpol PP Ngawi Arif Setiyono tidak menampik maraknya media sosialisasi yang dipaku di pohon pinggir jalan. Jalan kecamatan, kata dia, menjadi lokasi favorit. Sedangkan wilayah kota relatif sedikit lantaran andil dinas-dinas terkait. ‘’Secara aturan, dilarang memasang poster memakai paku atau kawat karena dapat merusak pohon,’’ ujar Arif.

Lantas, kenapa media sosialisasi yang terpaku di pohon terkesan dibiarkan? Arif berdalih, penertiban selama ini terkendala minimnya jumlah personel. ‘’Diagendakan bulan depan dilakukan penertiban. Kami usahakan bisa menyisir sampai jalan kecamatan,’’ pungkasnya. (mg8/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here