Madiun

Ratusan Pengendara Khidmat Ikuti Upacara Kemerdekaan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Seluruh warga menghentikan aktivitasnya selama tiga menit mulai pukul 10.17 Senin (17/8). Khidmat menghormati peringatan detik-detik proklamasi 17 Agustus. Tidak terkecuali pengendara yang melintas di Kota Madiun.

Kekhidmatan itu terlihat di proliman Diponegoro (Patung Pendekar). Pengendara roda dua maupun empat sejenak turun dari kendaraan. Lantas kompak berdiri tegak selayaknya mengikuti upacara kemerdekaan. Tangan terangkat ke pelipis untuk menghormati bendera merah putih yang sigap dikibarkan petugas di tengah jalan raya. Pemandangan serupa juga berlangsung di simpang empat Patung Pecel Jalan Pahlawan. Di saat bersamaan, lonceng Gereja Santo Cornelius menggema ke seluruh jalan protokol. Lonceng di menara gereja itu rutin dibunyikan setiap peringatan HUT Kemerdekaan RI.

Kapolres Madiun Kota AKBP R. Bobby Aria Prakasa menuturkan, nasionalisme warga tak luntur di tengah keprihatinan negeri selama pandemi. Upacara di jalan raya, selain mengenang jasa pahlawan, juga wujud harapan agar negeri ini lekas terbebas dari wabah korona. ‘’Ayo, kita sama-sama berjuang untuk melawan Covid-19,’’ ajaknya.

Komandan Kodim 0803/Madiun Letkol Czi Nur Alam Sucipto menambahkan, di usia ke-75 ini rakyat Indonesia semakin sejahtera. Pun, rasa cinta terhadap negara senantiasa terjaga. ‘’Mari bersama panjatkan doa agar semua diberi kekuatan untuk mengakhiri wabah korona yang sekarang melanda negara kita,’’ tuturnya.

Wali Kota Madiun Maidi mengapresiasi tingginya rasa nasionalisme warga yang khidmat mengikuti upacara dari jalan raya. Menghentikan seluruh aktivitas selama tiga menit untuk menghormati bendera merah putih. ‘’Seluruh aktivitas di Kota Madiun, baik di jalan umum maupun pertokoan, semuanya berhenti sejenak saat lagu Indonesia Raya berkumandang,’’ kata Maidi.

Ketua DPRD Kota Madiun Andi Raya Bagus Miko Saputra menilai Indonesia Maju yang menjadi spirit kemerdekaan tahun ini selaras dengan perjuangan bersama melawan korona. ‘’Kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat,’’ tuturnya.

28 Ribu Pelajar Ikuti Upacara dari Rumah

MENGHENTIKAN aktivitas selama tiga menit juga dilakukan 28 ribuan pelajar SDN/MIN dan SMPN/MTsN Kota Madiun. Mereka turut serta upacara kemerdekaan dari rumahnya masing-masing. ‘’Baru tahu kalau upacaranya seperti ini,’’ kata Ibrahim Sidar Aldino.

Siswa kelas I yang seharusnya mengikuti upacara perdana di sekolahnya itu tetap ceria. Meski hanya bisa melangsungkan dari rumahnya di Kelurahan Oro-oro Ombo, Kartoharjo, Kota Madiun.

Kabid Pendidikan Dasar (Pendas) Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun Slamet Hariyadi mengaku telah menginstruksikan pelajar agar tetap mengikuti detik-detik proklamasi dari rumahnya masing-masing. Guna menumbuhkan jiwa patriotisme dan nasionalisme. ‘’Sebagaimana arahan Kemendikbud,’’ ujarnya.

Selain upacara, guru wajib memberikan materi pembelajaran bertemakan kemerdekaan. Untuk siswa kelas I, materinya seputar sejarah perjuangan kemerdekaan yang disampaikan lewat dongeng virtual. ‘’Juga bisa mengajak anak didik mewarnai bendera merah putih dan memahami maknanya,’’ urainya.

Kepala Kemenag Kota Madiun Ahmad Munir menegaskan besarnya peran ulama di masa perjuangan menyongsong kemerdekaan Indonesia. Dia juga meminta setiap orang tua menjadi agen pendidikan bagi keluarganya masing-masing. Sekaligus menjadi kepanjangan tangan pemerintah dalam memutus rantai penyebaran korona. ‘’Kami titip pesan kepada seluruh orang tua agar tabah mendidik dan menjaga keluarganya di masa pandemi korona ini,’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close