Madiun

Ratusan Pembalap Bertarung di Sirkuit Dadakan Jalan Mastrip

MADIUN – Niat serius Pemkot Madiun menggali pembalap andal mulai dibuktikan. Itu setelah diselenggaranya Bhayangkara On Road Racing Championship 2019, Minggu (23/6), di kawasan Jalan Mastrip-Abdurahman Saleh, Kota Madiun. ’’Ini rangkaian 101 Kota Madiun, semua keinginan masyarakat kami salurkan. Event ini untuk mengukur kemampuan di tim balapnya masing-masing,’’ ujar  Wali Kota Madiun Maidi.

Maidi menambahkan, total event ini diikuti 182 pembalap se-Jawa Timur. Ada tiga kelas. Meliputi senior, pemula naik menjadi senior, dan pemula. Bukan hanya itu, sedikitnya 26 kelas juara yang dipertandingkan. ’’Memperebutkan piala wali kota, piala kapolres, dan 101 hari Jadi Kota Madiun, jadi satu,’’ ujar pejabat kelahiran Magetan itu.

Di sela-sela pertandingan, wali kota bersama Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu mendatangi  satu-persatu paddock. Keduanya menyapa sejumlah pembalap muda yang potensial.Perhatian juga tertuju, pembalap cilik asal Tulungagung yang seusia Taman Kanak-Kanak. Pada event kemarin juga dilombakan untuk kelas mini GP sampai usia 12 tahun. ’’Mudah-mudahan ini akan kami kembangkan khususnya atlet Kota Madiun harus jadi juara,’’ jelasnya.

Maidi mengaku telah menyiapkan strategi untuk regenerasi pembalap berbakat di Kota Madiun. Di antaranya, berkoordinasi dengan organisasi perangkat terkait untuk pembinaan atlet dan perbaikan fasilitas sarana prasana. Dalam hal ini adalah sirkuit Taman Lalu Lintas Bantaran. ’’Taman nanti disperkim, sirkuit PU dan acara atau kegiatan atlet termasuk pembinaan atlet disbudporapora,’’ bebernya.

Maidi mengakui, telah mendengar keluhan pembalap. Di antaranya, perbaikan sirkuit agar lebih baik lagi. Pemkot komitmen memperbaiki sirkuit yang ada agar sesuai standar dan lebih profesional. ’’Kota Madiun sudah punya sirkuit, jadi harus bisa jadi juara. Magetan saja sudah ada pembalapnya yang international. Apalagi kita (Madiun) yang punya sirkuit,’’ tegasnya.

Franky Laurens, koordinator penyelenggara acara mengamini. Kota Madiun selangkah lebih maju.  Pembalap sudah terfasilitasi dengan adanya sirkuit di Bantaran. Seperti Surabaya, Blitar, dan kota di Jawa Timur lainnya. ’’Saya sudah keliling setiap daerah mencari potensi andalan Jawa Timur. Di tingkat Jawa Timur, lima terbaik akan diseleksi lagi untuk PON. Diharapkan dari Kota Madiun,’’ jelasnya.

Menggelar event balapan seperti saat ini memang menjadi ajang yang tepat untuk  melatih pembalap Kota Madiun. Bahkan, mengarahkan hobi balapan liar ke jalur prestasi. Jika dibina dengan baik. Mengurangi volume balap motor liar. ’’Semoga ked epannya lebih baik mohon dukungannya mebina pembalap Madiun lebih baik lagi,’’ paparnya.

Sementara itu, Abentca Abetnego Chris Ariyanto,  pembalap asal Madiun ini berharap event sejenis setahun sekali. Kemudian, dia yang biasa latihan di Taman Lalu Lintas Bantaran Madiun memang sejak lama mendamba ada perbaikan arena sirkuit. ’’Terlalu meliuk-liuk, dan baiknya taman yang di tengah diprapas biar lebih luas,’’ bebernya. (dil/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close