Ratusan Napi Terancam Kehilangan Hak Pilih

94

PONOROGO – Masalah data pemilih di Rutan Klas II B Ponorogo begitu kompleks. Karena masih banyak warga binaan yang belum terjamin hak pilihnya ‘’Kami masih koordinasi dengan dispendukcapil dan rutan. Selebihnya (selain yang sudah masuk DPT) masih belum jelas data kependudukannya,’’ kata Komisioner Divisi Data KPU Ponorogo, Munajat.

Pihaknya menyebut ada 142 narapidana yang sudah masuk dalam DPT. Selain mengantongi KTP elektronik warga Ponorogo, juga ada yang sudah memproses pindah pilih melalui formulir A-5. Sementara, jumlah warga binaan di Rutan Ponorogo ada sekitar 300 orang. ‘’Belum semua mengurus A-5,’’ ungkap Munajat.

Untuk mengakomodir hak pilih para warga binaan tersebut, kata Munajat, pihaknya perlu mendapat data mengenai kependudukan mereka. Dengan demikian, dapat diketahui apakah seluruh warga binaan sudah masuk dalam DPT. KPU Ponorogo juga mempertimbangkan untuk menambah TPS khusus di Rutan. ‘’Karena dari luar kabupaten dan provinsi hanya bisa memilih untuk pileg DPR RI dan pilpres,’’ ujarnya.

Munajat mengaku pihaknya hanya punya waktu sampai dengan 17 Maret mendatang untuk memfasilitasi kategori pemilih tambahan tersebut. Jika lebih dari tanggal tersebut, kata dia, terancam kehilangan hak pilih. ‘’Itu karena berpengaruh juga terhadap persiapan sarana dan prasarana logistik seperti surat suara dan lainnya. Tapi, masih bisa berubah kalau saja ada aturan baru yang diterbitkan KPU pusat mengenai pindah pilih khusus warga binaan,’’ jelasnya. (naz/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here