Ratusan Napi Memilih Golput

13

MADIUN – Sebanyak tujuh pasien dan seorang tenaga operator RSUD dr Soedono berkesempatan menyalurkan hak pilihnya kemarin (17/4). Setelah petugas KPU Kota Madiun memberikan fasilitasi TPS mobile kepada warga yang sedang dirawat di rumah sakit milik pemprov tersebut.

Kesempatan untuk mencoblos diberikan kepada mereka pukul 12.00. Sejumlah anggota KPPS yang berasal dari TPS 06 Jalan Kalimantan, Tamansiswa datang membawa surat suara berikut kotak suara kardus. Mereka kemudian naik ke lantai lima di ruang Wijayakusuma. Di sana ada seorang pasien yang mempunyai hak pilih dengan bermodal formulir A5.

Selanjutnya mereka bergerak ke ruang ICCU. Di ruang tersebut ada dua orang pasien bersedia menggunakan hak politiknya. Selain dari dua ruang itu, petugas KPPS lainnya mobile di paviliun merpati yang terdapat lima pasien pemegang formulir pindah pilih.

Kendati demikian, Ketua Bawaslu Kota Madiun Kokok Heru Purwoko mengaku masih banyak pasien maupun keluarganya yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya pada pemilu 2019. Menurutnya, itu disebabkan karena mereka tidak mengajukan formulir pindah pilih dari tempatnya berasal. ’’Ada dua TPS yang melayani hak pilih para pasien di RSUD dr Soedono,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Kota Madiun Latutik Mukhlisin mengatakan, berdasar catatan awal ada sekitar 16 warga yang berniat menggunakan hak pilihnya di rumah sakit RSUD dr Soedono. Namun, setelah dilakukan pengecekan real hanya tercatat delapan orang yang bisa menyalurkan hak suaranya. ’’Ada tujuh pasien yang membawa formulir A5. Sedangkan, satu pemilih lainnya membawa KTP Kelurahan Kartoharjo,’’ katanya.

Berbeda dengan rumah sakit, tingkat partisipasi warga binaan (WB) di Lapas Klas I Madiun tidak mencapai seratus persen. Padahal posisi mereka terkonsentrasi dalam satu lingkungan.

Tercatat dari 1.138 penghuni lapas, yang mempunyai hak pilih ada 505 WB. Namun, hanya 314 orang narapidana saja yang menggunakan hak pilih mereka di tiga TPS yang telah disediakan oleh KPU. ‘’Pihak lapas sebenarnya sudah mengumumkan. Tapi, mereka (narapidana pemilik hak pilih) mau hadir atau nggak itu adalah haknya,’’ ujarnya.

Sementara itu, Wakapolda Jawa Timur Brigjen Toni Harmanto turun gunung memantau pelaksanaan pemilu 2019 di Jawa Timur bagian barat. Di Kota Madiun, Toni didampingi Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu meninjau sejumlah TPS. Di antaranya TPS 03 Jalan Barito, berlanjut ke TPS 07 Jalan Merak. ’’Pejabat utama polda semuanya turun ke wilayah. Melihat persiapan dan pelaksanaan sampai perhitungan selesai,’’ jelasnya.

Selain itu, kata dia, juga meyakinkan kepada masyarakat untuk menyempatkan waktu datang ke TPS. Hasil pantauannya, untuk Kota Karismatik berlangsung tertib dan lancar. ’’Terpantau aman. Sudah jauh-jauh hari menyikapi ini untuk menciptakan situasi koundusif  sesuai yang diharapkan,’’ pungkasnya. (dil/her/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here