Ratusan Kendaraan Terjebak di Pajaran dan Wilangan

126

MADIUN – Jalur perbatasan Kabupaten Madiun-Nganjuk ’’membeku’’. Ratusan kendaraan mengular panjang di Desa Pajaran, Saradan; dan Wilangan, Nganjuk, sejak Selasa lalu (28/8). Pemandangan itu dipastikan berlanjut hingga hari ini (1/9). Terdampak pemadatan jalan pasca pemasangan double track jalur kereta api (KA). ‘’Butuh waktu dua hari. Mudah-mudahan besok (hari ini, Red) sudah normal,’’ kata Pengawas Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Bagian Timur Sudarto, Jumat (31/8).

Sudarto menyebut pembangunan jalur ganda yang melintasi Jalan Raya Wilangan itu sudah tuntas. Rekanan bisa menyelesaikan selama tiga hari sesuai yang direncanakan. Kendati demikian, sudah klirnya pembangunan double track bukan berarti ruasnya sudah bisa dilalui kendaraan. Sebab, konstruksi jalur ganda itu membutuhkan waktu agar bisa padat. ‘’Tapi, saya belum bisa memastikan jam berapa normalnya,’’ ujarnya kepada Radar Mejayan.

Dia menyebut pembangunan rel ganda terpaksa harus mengorbankan pengguna jalan. Hasil koordinasi dengan kepolisian dilakukan buka tutup arus kendaraan. Yakni, menutup ruas yang sedang dikerjakan dan membuka sisi lainnya. Mulai pukul 23.00 hingga 03.00. Perlakuan serupa diterapkan untuk sisi yang terbuka sebelumnya kala sedang dibangun. Dia mengklaim pelaksanaan pembangunan hingga gangguan arus itu sudah disosialisasikan ke masyarakat. ‘’Prosesnya tidak molor, hanya perlu waktu untuk pemadatan,’’ tegasnya.

Dampak pembangunan rel ganda di Nganjuk itu sampai ke Jalan Raya Saradan. Pantauan Radar Mejayan, kendaraan muatan besar dan mobil pribadi yang hendak menuju Surabaya mengular sepanjang dua kilometer sampai di pintu tol Wilangan. Hanya bergerak sekian meter setelah berhenti 10 menitan. Kondisi itu membuat pengendara yang tidak sabaran memilih jalan pintas. Seorang pengendara motor sampai nekat masuk ke tol fungsional Wilangan–Kertosono. ‘’Saya sudah antre hampir satu jam,’’ ungkap Sugiarto, sopir truk yang sedang dalam perjalanan menuju Bali.

Dia mengaku sudah mengetahui bila lalu lintas di perbatasan Madiun-Nganjuk tersendat imbas proyek double track dari media sosial. Namun, yang diketahuinya, informasi gangguan dampak pekerjaan hanya sampai Kamis. ‘’Jelas memengaruhi waktu kedatangan,’’ katanya.

Kasatlantas Polres Madiun AKP Imam Mustolih tidak bisa memberikan keterangan ihwal mekanisme pengamanan jalur. Lantaran kemacetan diprediksi masih berlangsung hari ini. Dia beralasan sedang dinas luar dan menyarankan untuk bertanya ke KBO Satlantas Ipda Lendra Dwi Jaya. Namun, Lendra pun belum bisa memberikan keterangan. ‘’Saya masih takziah,’’ katanya singkat. (cor/c1/fin)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here