Magetan

Ratusan Jiwa Susah Konsumsi Air Bersih

Sumber Tersedot Sumur P2AT dan Sibel

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Krisis air bersih mulai melanda sejumlah wilayah di Magetan. Salah satunya, Desa Mategal, Parang. Ratusan jiwa warga setempat kesulitan mendapat air layak konsumsi lantaran sumur mereka mengering. ‘’Kurang lebih sudah dua mingguan,’’ kata Sukarni, ketua RT 2, RW 4, Dusun Mentalan, Rabu (30/9).

Total 50 kepala keluarga (KK) terdampak. Padahal, kedalaman sumur mereka rata-rata sekitar 20 meter. Mereka terpaksa minta dari sumur proyek pengembangan air tanah (P2AT) terdekat. Selain dari Mategal, juga Desa Kediren, Lembeyan. Jaraknya sekitar satu kilometer dari permukiman warga. ‘’Itu pun tak setiap hari didapatkan,’’ ujarnya.

Sukarni menyebut desanya langganan kekeringan menahun setiap musim kemarau. Dia menduga akibat banyaknya sumur P2AT dan sumur sibel di desanya. ‘’Mulai kekeringan setelah sumur itu bermunculan,’’ bebernya.

Dia pun mengajukan bantuan air bersih ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan melalui pemerintah desa sekitar tiga hari lalu. Bantuan dipastikan hanya untuk kebutuhan konsumsi. ‘’Untuk sawah dan ternak dari sumur P2AT,’’ jelasnya.

Kepala Pelaksana BPBD Magetan Ari Budi Santosa menyebut Desa Mategal yang pertama mengajukan bantuan air. Sebelumnya, salah satu ponpes di Magetan kota dan lapas. Sedangkan tahun lalu, kekeringan melanda 12 desa. ‘’Tersebar di Kecamatan Parang, Lembeyan, dan Karas,’’ sebutnya.

Terkait penyebab kekeringan, Ari menduga dampak musim kemarau. Dia memperkirakan tidak berlangsung lama. Sebab, saat ini telah memasuki peralihan musim atau pancaroba. ‘’Sudah mulai turun hujan di beberapa wilayah,’’ ujarnya. (odi/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close