Ratusan Honorer K-2 Mimpi Jadi PNS

61

PACITAN – Bukannya disambut gembira, penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 justru membuat waswas Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan. Pasalnya, hingga kini masih ada 437 tenaga honorer kategori dua (K-2) yang bermimpi bisa jadi pegawai negeri sipil (PNS).

Perinciannya, 411 orang di lembaga pendidikan dasar (dikdas) dan 26 orang di lembaga pendidikan menengah (dikmen). Di lembaga dikdas terdapat 270 guru tidak tetap (GTT) dan 141 lainnya pegawai tidak tetap (PTT). Sedangkan di dikmen enam orang GTT dan selebihnya PTT.

Padahal, jumlah penerimaan CPNS Pemkab Pacitan tahun ini relatif sedikit. Sehingga, sangat tidak mungkin mengakomodasi banyak honorer K-2 di lingkup dindik. ‘’Cuma kami belum tahu jumlahnya. Menunggu kabar dari sekda dan BKD,’’ kata Kepala Dindik Pacitan Daryono, Kamis (13/9).

Tidak hanya sedikit, penerimaan CPNS juga ketat lantaran menerapkan sistem computer assisted test (CAT). Sehingga, sangat bergantung hasil tes tersebut. Bukan melalui validasi data hingga portofolio. Pun usia peserta tes maksimal 35 tahun. Sehingga, sebagian besar honorer K-2 yang telah mengabdi puluhan tahun dipastikan ngaplo. ‘’Tentu ini akan memicu polemik,’’ ujarnya.

Namun, sejauh ini belum ada keluhan dari honorer K-2. Hanya, beberapa kepala sekolah sempat menanyakan prosedur dan teknis penerimaan CPNS 2018 nanti. Pihaknya sekadar meminta untuk bersabar. ‘’Kami minta untuk menunggu kebijakan berikutnya,’’ tambahnya.

Hingga kini pun formasi CPNS untuk dindik belum dikantongi. Pastinya, disesuaikan dengan kebutuhan dindik. Prioritasnya sekolah yang kekurangan tenaga pendidik dengan jumlah siswa. Harapannya pemerataan pendidikan di Pacitan berhasil diwujudkan. ‘’Tidak mungkin kami mengisi sekolah yang sudah banyak gurunya,’’ bebernya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pacitan Suko Wiyono dan Plt Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Pacitan Sakundoko belum bisa dikonfirmasi. Keduanya masih melakukan entri formasi ke Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN) BKN. ‘’Setelah dari Surabaya (kantor BKN Regional II, Red) langsung ke Jakarta (BKN),’’ jelas salah seorang staf sekretariat daerah. (odi/c1/sat)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here