Ratusan Hektare Sawah Tak Basah, Keberlangsungan Lumbung Pangan Jatim Terancam

35

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – 220 hektare sawah puso sepanjang delapan bulan terakhir. Jika kemarau tak berkesudahan, kabupaten yang menjadi lumbung pangan Jatim ini bakal dilanda kekeringan seperti beberapa daerah tetangga.

Kabid Holtikultura Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperta) Kabupaten Madiun Sumanto berharap kemarau segera berakhir. Meski berhentinya fungsi irigasi beberapa waduk diklaimnya tak memperluas lahan kekeringan. Dari total 33 ribu hektare sawah di kabupaten ini. ‘’Tapi, tetap harus diantisipasi,’’ katanya.

Menurut Sumanto, kemarau tetap memiliki kelebihan dan kekurangan. Susutnya debit irigasi persawahan harus dijadikan pelajaran. Agar petani dapat menertibkan pola tanamnya. ‘’Ada saatnya bertanam padi, ada kalanya bercocok tanam palawija. Semua disesuaikan musim,’’ ujarnya.

Di musim kemarau ini, petani juga diminta mengefisienkan penggunaan air sawah. Upaya penghematan itu lebih mudah dilakukan jika yang ditanam palawija, bukan padi. ‘’Harga palawija yang merangsek naik di pasaran harus jadi pertimbangan,’’ imbaunya.  (mgc/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here