Ngawi

Rasakan Sensasi Ombak Banyu di Jalur Arteri Ngawi

NGAWI – Siap-siap merasakan sensasi wahana permainan ombak banyu saat berkendara di jalan nasional Bumi Orek-Orek. Belakangan, lubang-lubang sudah banyak yang ditambal. Namun, tidak sedikit pula ruas jalan yang masih bolong dan bergelombang. Terparah, di jalur arteri Ngawi – Caruban. ”Bagaimanapun juga kondisi jalan tetap punya andil dalam terjadinya laka lantas (kecelakaan lalu lintas),” kata Kanit Laka Satlantas Polres Ngawi Iptu Cipto Utoyo kemarin (13/4).

Catatan kepolisian, tiga bulan terakhir (Januari-Maret) 46 laka lantas terjadi di jalur arteri. Delapan nyawa melayang dari total insiden di jalan raya tersebut. Sementara pada 2018, terjadi 262 laka lantas. Sebanyak 85 nyawa melayang akibat laka lantas di jalur arteri selama satu tahun itu. ”Berdasar pemantauan kami, kondisi jalan yang cukup parah kerusakannya itu berada di ruas Ngawi-Caruban. Kalau Ngawi-Manting, lumayan baik,” ujarnya.

Cipto mengatakan, tidak sedikit laka lantas terjadi akibat pengendara kurang hati-hati lantaran menghindari lubang jalan. Menilik status, banyak pengendara luar daerah yang tidak hafal medan jalan. Diharapkan pihak bersangkutan untuk segera menindaklanjuti. Sebab, tidak dipungkirinya bahwa salah satu upaya untuk menekan angka laka lantas adalah dari kondisi jalan itu sendiri. ”Harusnya segera diperbaiki itu. Apalagi, ini sudah menjelang hari raya,” ungkapnya.

Pantauan Radar Ngawi, upaya perbaikan jalan sudah dilakukan di beberapa titik Jalan Ngawi-Caruban. Namun, tidak sedikit juga lubang-lubang yang masih menganga di sepanjang jalur tersebut. Pun, beberapa ruas jalan yang bergelombang. Saat melintas, tampak betul pengendara terombang-ambing seperti sedang naik wahana permainan ombak banyu.

Salah satu ruas jalan yang berlubang juga bergelombang berada di Km 06-07 Jalan Ngawi-Caruban masuk Desa Cangakan, Kasreman, Ngawi. Kondisi jalan seperti itu praktis membuat crowded arus lalu lintas. Ya, pengendara secara otomatis bakal menghindari bagian jalan berlubang dan bergelombang. Baik kendaraan roda enam, empat, maupun roda dua. ’’Sering motor jatuh karena kejedok di situ,” kata salah seorang warga setempat.

Setiap pengendara pasti akan memilih badan jalan yang mulus saat berkendara. Bahkan, tidak sedikit yang nekat melintas kelewat ke kanan. Banyak pengendara melintas melebihi garis markah tengah lantaran menghindari lubang dan jalan yang bergelombang. Namun, ada juga pengendara yang lebih mencari aman dengan melintas hingga keluar badan jalan.

Sejumlah titik kerusakan Jalan Ngawi-Caruban sudah tersentuh perbaikan. Dari yang berupa tambal sulam sampai perkerasan jalan. Tentang sejumlah titik yang masih berpotensi menyebabkan laka lantas alias yang belum diperbaiki itu, pihak terkait enggan berkomentar lebih banyak. PPK 15 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional 8 Satker PJN II Jatim Novia Endianata tidak merespons saat dikonfirmasi. (den/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close