Rapor Ba-Ris Jilid II Memuaskan

21

MADIUN – Kinerja Wali Kota Madiun selama setahun lalu tak luput dari beberapa catatan. Hasil evaluasi itu dituangkan dalam rekomendasi DPRD terhadap LKPj wali kota tahun 2018 yang disampaikan dalam rapat paripurna kemarin (12/4).

Sebelumnya rekomendasi dewan itu diberikan setelah melalui telaah kritis yang dilakukan pansus LKPj 2018. ’’Rekomendasi diberikan untuk bahan evaluasi agar ke depannya bisa lebih sempurna,’’ kata Wakil Ketua DPRD Kota Madiun Didik Yulianto.

Adapun ruang lingkup analisis LKPj 2019 meliputi capaian indikator makro dan sosial daerah, kinerja keuangan daerah, kinerja visi dan misi daerah, kinerja per urusan serta berdasar dari sisi tiga aspek.

Untuk indikator makro dan sosial daerah misalnya. Dewan merekomendasikan agar pemkot dapat menyajikan data valid terkait realisasi tingkat pengangguran terbuka (TPT) 2018. Dengan harapan, agar ke depannya dapat disinkronkan data dari pemkot dengan BPS dan provinsi.

Sementara pada capaian kinerja keuangan daerah, dewan merekomendasikan agar performa APBD tahun selanjutnya diperlukan evaluasi yang menyeluruh terhadap rumusan kebijakan dan manajemen keuangan daerah. ’’Sedangkan untuk memenuhi sasaran yang sampai dengan tahun 2018 belum memenuhi target, diharapkan program dan kegiatan pada RKPD serta pendanaan APBD-P 2019 diarahkan untuk percepatan pencapaian indikator yang dimaksud,’’ terang Didik.

Seperti diketahui, berdasar capaian kinerja per usuan pemerintah daerah ada 15 indikator yang tidak tercapai. Di antaranya, pengendalian penduduk dan keluarga berencana, sosial, serta pertanian.

Kendati demikian, Ketua DPRD Kota Madiun Istono mengapresiasi kinerja Ba-Ris jilid II selama ini. Bahkan, Sugeng Rismiyanto (SR) yang menggantikan tugas Bambang Irianto (BI) dianggap dapat menjalankan program dan kegiatan sesuai dengan visi misi dalam RPJMD. ‘’Semuanya sudah terukur. Hasil rapornya cukup memuaskan,’’ katanya. (her/adv/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here