Raperdakan Pengelolaan Sampah

74

DPRD Ponorogo segera memulai kinerja legislasi daerah. Sesuai rencana yang telah ditetapkan sebelumnya, kami akan membahas 13 rancangan peraturan daerah (raperda) sebagaimana tertuang dalam program legislasi daerah (prolegda) 2019. Sebagian raperda kami rasa penting dan harus diprioritaskan, menyikapi situasi dan kondisi sekarang ini.

Dari 13 raperda, kami melihat pentingnya memprioritaskan tentang pengelolaan sampah. Persoalan sampah tidak boleh dianggap remeh. Saat ini, fenomena demam berdarah dengue (DBD) yang merebak salah satunya juga dipengaruhi persoalan sampah. Tersumbatnya saluran-saluran air akibat sampah dapat memicu genangan. Itu bisa menjadi tempat empuk bagi nyamuk aedes aegypti untuk berkembang biak. Terlebih, musim hujan yang belum mencapai puncaknya memaksa munculnya genangan-genangan.

Berkaca dari Kabupaten Badung, Bali. Di daerah tersebut, pengelolaan sampahnya boleh dibilang luar biasa. Inovatif. Tak heran bila kemudian kerap menjadi rujukan daerah-daerah. Kami berharap, arah pengembangan pengelolaan sampah di Ponorogo dapat se-maju Badung. Peraturan daerah (perda) diperlukan sebagai landasan hukum agar menjamin penataan berjalan lancar. Supaya pemerintah dan masyarakat dapat bersinergi lebih baik untuk urusan pengelolaan persampahan.

Raperda lain yang kami rasa perlu diprioritaskan adalah pemekaran wilayah. Berdasarkan kajian pemkab Ponorogo, ada peluang memekarkan dua kecamatan baru. Satu merupakan kecamatan kota lama, satu lainnya kecamatan pecahan dari beberapa desa di Slahung dan Balong. Harapannya, jalannya pemerintahan dan pelayanan publik dapat semakin efektif, efisien, dan cepat, berkat pemekaran tersebut.

Satu raperda lain yang kami nilai patut menjadi prioritas adalah raperda tentang manajemen tera ulang. Zaman sudah berkembang, inovasi-inovasi perdagangan khususnya alat timbang terus berkembang. Perlu landasan hukum untuk menjamin kenyamanan transaksi di masyarakat. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi dapat terjamin terus berjalan ke trek yang positif. Demi kepentingan masyarakat, kami akan bekerja semaksimal mungkin menuntaskan seluruh raperda yang masuk dalam prolegda 2019. (disarikan dari wawancara/naz/adv/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here