Rapat Penanganan Bencana Belum Terlaksana

51

PONOROGO – Penanganan pascabencana masih terfokuskan suplai air bersih. Sampai kini, sumber air di beberapa wilayah terdampak masih keruh. Saluran PDAM juga tersumbat. Saat ini, BPBD Ponorogo telah membuat embung sementara di beberapa titik. Dua titik disiapkan di Dusun Prayungan, Kelurahan Paju. ‘’Perbaikan saluran segera dilakukan,’’ kata Budi, sapaan akrab Setyo Budiono.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo itu juga menyebut petugas lintas-sektoral masih disiagakan di sejumlah posko penanganan bencana. Melakukan pemulihan dan memberi pelayanan medis. Sekaligus mengantisipasi potensi penyakit pascabanjir. ‘’Seperti diare, dehidrasi, demam, dan gatal,’’ sebutnya.

Sampai kini, rencana pemkab untuk menggelar rapat khusus sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) belum digelar. Rapat bersama bupati ini penting untuk menginventarisasi dampak kerusakan dan merumuskan penanganannya. Mengingat banjir besar di pekan lalu juga merusak puluhan infrastruktur. Tak kurang dari dua jembatan ambrol. Tentu memerlukan anggaran tidak sedikit untuk perbaikannya. Belum termasuk dampak lain yang tak kalah besar nilai kerugiannya. Seperti puluhan hektare sawah yang terancam gagal panen. Kapan realisasi bantuan benih padi yang dijanjikan Wagub Emil Elestianto Dardak? Lantas, bantuan rumah terdampak, apakah semuanya sanggup direhabilitasi lewat badan amil zakat nasional (baznas)? (mg7/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here