Ramai-Ramai Borong Tiket KA, Penumpang Makin Cerdik

70

MADIUN – Lebaran masih 43 hari lagi, tapi penjualan tiket beberapa kereta api (KA) sudah ada yang ludes. KA Brantas dan Kahuripan dari arah Jakarta menuju Stasiun Madiun  misalnya. Mulai dari H-7 sampai dengan H-1 Lebaran, sudah di-booking penumpang yang ingin mudik merayakan Idul Fitri di kampung halaman. ’’Yang habis dari arah Jakarta,’’ kata Manajer Humas KAI Daop VII Madiun Ixfan Hendriwitoko ditemui Radar Madiun.

Ixfan mengatakan, pantauan dari rail ticket system (RTS) per tanggal 15 April  kedua KA tersebut jika dikalkulasi tinggal 1 persen. Dan bisa dikatakan tiket laku terjual. Kecuali, kata dia, jika pemesan membatalkan keberangkatan. Maka berkesempatan untuk membeli tiket di tanggal ideal tersebut. ’’Kalau saya bilang habis kemudian kok ada yang dapat bisa saja orang yang berangkat pada saat itu membatalkan. Ini tadi ada laporan yang batalkan tiketnya jelang hari raya,’’ ujarnya.

Bagaimana dengan arus balik? Ixfan menguraikan,  tiket arus balik untuk KA Singasari, Brantas, dan Kahuripan yang berangkat dari stasiun Madiun menuju ibu kota juga ludes terjual. Secara keseluruhan, KA eksekutif laku keras sebagai moda trasnportasi yang mendominasi angkutan Lebaran. Juga KA-KA PSO atau bersubsidi. Kemudian, KA kelas ekonomi pun tidak mau kalah. Bahkan, kata dia, KA tambahan yang disediakan KAI untuk mengantisipasi lonjakan penumpang sebagian sudah terjual di tanggal tertentu, seperti KA Brantas. ’’H-60 (6 Maret) sudah dilakukan penjualan kereta api tambahan,’’ ujarnya.

Ixfan menambahkan,  penumpang KA saat ini semakin cerdik menentukan jadwal mudik. Rata-rata, penumpang yang memutuskan mudik H-7. Selanjutnya, kata dia, memutuskan balik ke perantauan H+1, H+2 usai Lebaran.  Mereka rutin memantau perkembangan layanan ticketing online yang sudah disediakan KAI. ’’Orang belum pada balik, dia balik. Nah tingginya pantauan tahun kemarin itu (arus balik, Red) H+1, H+2, H+3,’’ paparnya.

Sepekan yang lalu, lanjutnya, pihak  direktorat jenderal perkeretaapian melakukan pengecekan kondisi sarana prasarana bersama KAI. Hasilnya, daop VII Madiun dinyatakan layak untuk operasional mudik. Masalah keselamatan jalur KA ini memang menjadi sorotan pemerintah pusat. Memastikan agar, kecelakaan KA Sancaka dengan tronton tahun lalu tidak terulang kembali. ’’Untuk tahun kemarin kan ada kondisi yang tidak normal itu (kecelakaan) tahun ini tidak boleh ada,’’paparnya.

Selanjutnya, sosialisasi perlintasan liar tanpa izin harus ditutup. Dia menegaskan, palang perlintasan bukanlah  untuk mengamankan pengguna jalan. Melainkan mengamankan perjalanan kereta api. Berikutnya, semua pekerjaan yang terkait dengan jalur ganda jelang lebaran akan ditutup untuk sementara di H-10 sampai H+10 lebaran. ’’Himbauan untuk bersih sementara pekerjaan yang bersinggungan dengan jalur existing, tapi yang tidak tetap jalan seperti biasa,’’ pungkasnya.  (dil/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here