Ramadan Bawa Berkah, Perajin Tikar Tenun Banjir Pesanan

26

NGAWI – Ramadan membawa berkah lain bagi kalangan pekerja industri tikar tenun di Desa/Kecamatan Bringin. Meningkatnya pesanan berbanding lurus dengan penghasilan yang didapatkan. ‘’Awal-awal puasa sudah diberitahu agar nenun lebih banyak karena permintaan meningkat,’’ kata Siti Munawaroh, buruh salah satu home industry tikar tenun, Kamis (24/5).

Siti mengatakan, selama ini biasanya menyelesaikan satu tikar sehari. Namun, memasuki Ramadan dan menjelang Lebaran mampu merampungkan dua tikar. ‘’Kalau hari-hari biasa dapat upah Rp 6.500 per potong tikar tenun, ’’ ungkap perempuan 25 tahun itu.

Eka Sulistiawati, juragan Siti, mengaku memasuki Ramadan idak sedikit pelanggan yang minta dikirimi lebih. Permintaan diprediksi terus meningkat hingga menjelang Lebaran. ‘’Meningkat sekitar 30 sampai 40 persen. Dipasok ke berbagai daerah,’’ terang Eka.

Selain tikar, Eka juga merasakan lonjakan pendapatan yang drastis dari perca tikar tenun serampung finishing. Potongan-potongan tikar disulap menjadi tas jinjing. Bahkan, kata dia, peningkatan permintaan tas jinjing tenun melebihi produksi utama industrinya.

Saking banyaknya, tak jarang dia menunda kiriman saat produksi dari para pekerja menurun. ‘’Total ada 82 karyawan, tapi kebanyakan dikerjakan di rumah mereka sendiri-sendiri,’’ ujarnya. (den/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here