Madiun

Putar Roda Ekonomi, ASN Diminta Sisihkan Gaji

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan karyawan badan usaha milik daerah (BUMD) menyisihkan sebagian gajinya untuk meringankan beban warga di tengah kesulitan zaman pandemi ini.

Sekda Kota Madiun Rusdiyanto menyatakan, seruan itu dituangkan dalam Surat Permohonan Donasi Nomor 050/1224/401.012/2020 tertanggal 13 April 2020. Sebagaimana hasil rapat Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Kota Madiun. ‘’Melihat kondisi saat ini, sekiranya teman-teman ASN punya kepedulian menyisihkan sebagian gaji,’’ ujarnya.

Hasil penyisihan gaji maupun donasi lainnya dihimpun masing-masing OPD maupun BUMD. Selanjutnya dikumpulkan terpusat ke sekretariat daerah di Bagian Administrasi Pembangunan (Adbang) Kota Madiun selambatnya 24 April mendatang. ‘’Selanjutnya akan dipetakan kebutuhan apa saja yang diperlukan masyarakat,’’ lanjutnya.

Rusdiyanto yang juga menjabat sekretaris I TGTPP Covid-19 Kota Madiun itu membeberkan, saat ini roda perekonomian turut lesu. Imbas pandemi, banyak usaha terpaksa tutup sementara. ‘’Pengusaha saat ini juga lesu, karyawan dipulangkan. Ini tentu situasi sulit yang harus mendapatkan kepedulian dari kita semua,’’ ungkapnya.

Tak menutup kemungkinan, TGTPP bakal bekerja sama dengan industri kecil. Semisal pengusaha sambal pecel yang semakin lesu karena dampak Covid-19. Dimungkinkan pengusaha itu akan diajak memproduksi sambal yang nantinya dibeli menggunakan dana dari donasi yang terkumpul. ‘’Selanjutnya dijadikan satu dengan sembako yang dibagikan ke masyarakat,’’ terangnya.

Ditargetkan donasi terkumpul selambatnya 20 April mendatang. Tidak ada patokan besaran dananya. Seluruhnya bakal diserahkan ke person dan OPD serta BUMD masing-masing. Dengan bantuan itu, diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak. ‘’Targetnya 20 April sudah terkumpul,’’ tuturnya.

Wali Kota Madiun Maidi mengungkapkan, kebijakan donasi ini merupakan hasil kesepakatan seluruh ASN melalui TGTPP Covid-19 Kota Madiun. Diharapkan tidak hanya meringankan beban masyarakat, donasi juga sanggup memutar roda ekonomi. ‘’Bisa jadi di kota ini ada 180 UMKM sambal pecel, ini yang coba kami analisis. Bagaimana UMKM bisa berjalan dan dapat meringankan warga yang terdampak,’’ kata Maidi.

Tidak hanya ASN, berbagai komunitas di Kota Karismatik turut andil peduli. Kemarin (13/4) Maidi membagikan sembako bantuan dari pengusaha Tionghoa. Sedikitnya 2.500 paket sembako didistribusikan. Sasarannya pemulung dan penghuni rusunawa. ‘’Minggu lalu tukang becak. Ini bertahap, tidak langsung selesai. Pandemi sekitar 3 bulan misalnya. Jadi, bantuan seperti ini harus terus tersalurkan selama pandemi,’’ ujarnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close