Putar Otak Urusi 30 Ton Sampah Sehari

169

MAGETAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Magetan punya pola baru mengatasi masalah persampahan. Khususnya, bau truk sampah di jalanan. Solusinya, jam bersih-bersih dimajukan. Petugas kebersihan yang biasa mengangkut sampah dari tempat penampungan sementara (TPS) mulai pukul 07.00 kini menjadi pukul 04.00. ’’Paling telat, sampah akan diangkat pukul 06.00,’’ kata Kepala DLH Saif Muchlissun.

Lantaran itu, dia meminta warga membuang sampahnya saat malam hari. Jika mereka membuang sampahnya di atas pukul 06.00 tidak akan terangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) Milangasri. Perubahan jam operasional itu mulai awal tahun 2019 ini. Pun, dengan petugas sapu di jalan dan tempat fasilitas umum. Sehingga, saat masyarakat mulai beraktivitas bekerja dan sekolah, lingkungan sudah bersih. ’’Selama ini memang jam operasional kebersihan siang. Tapi, sudah kami ubah tahun ini,” ujarnya.

Muchlis tak menampik keberadaan sampah yang dihasilkan Magetan yang mencapai 30 ton setiap harinya itu dapat mengganggu aktivitas warga. Apalagi, jika pengambilan sampah dari TPS dilakukan saat jam kerja. Truk sampah akan mengganggu kendaraan lainnya. Pun, dengan aromanya. Ketika sampah tersebut diangkut, bau tak sedap akan langsung menyengat hidung para pengguna jalan. Karena mayoritas sampah yang dihasilkan yakni sampah rumah tangga yang mudah membusuk. Lain cerita jika sampah itu diangkut sebelum jam kerja. ’’Karena tahun ini kami fokus,” tuturnya.

Di wilayah perkotaan Magetan, sampah paling banyak yakni di TPS Pasar Baru Magetan. Tepatnya di dekat air mancur. Sebab, setiap harinya di sana ada aktivitas para pedagang kaki lima (PKL) yang tak pernah sepi pembeli. Bahkan, hingga malam masih ada kegiatan jual beli. Tumpukan sampah itu juga ada di TPS lainnya. Lebih dari 20 TPS yang setiap harinya menyumbang sampah ke TPA Milangasri. ’’Semua TPS menjadi prioritas kami,” ungkapnya.

Tak hanya mengubah jam operasional, Muchlis juga membentuk tim reaksi cepat. Tim itu bertugas memberikan pelayanan yang cepat dalam membersihkan tumpukan sampah. Kapan pun dan di mana pun sampah itu akan diambil. Tim reaksi cepat itu juga menerima permintaan dan laporan warga terkait tumpukan sampah. Terutama yamg dibuang sembarangan oleh masyarakat. Sehingga, masyarakat benar-benar terlayani oleh DLH Kabupaten Magetan. ’’Ini kaitannya dengan pelelayanan, jadi harus maksimal,’’ jelasnya.

Selain itu, Muchlis memastikan jika tenaga yang dipekerjakannya merupakan warga asli Magetan. Sesuai dengan arahan dari unit pengadaan barang dan jasa Setdakab Magetan. Selain memberdayakan warga lokal, mempekerjakan warga asli Magetan juga karena mereka mengerti benar dengan wilayahnya. Sepanjang jalan yang dilayani DLH kabupaten Magetan, mereka bisa bertanggung jawab penuh. ’’Ini mulai tanda tangan kontrak baru lagi. Karena sudah ganti tahun,’’ pungkasnya. (bel/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here