Putar Otak Berdayakan Nelayan

90

KOTA – Diamankannya sejumlah nelayan karena menangkap bibit lobster atau benur oleh Polres Pacitan beberapa waktu lalu memaksa pemkab berbenah. Pemkab akan mengarahkan bantuannya ke nelayan agar mereka kembali menangkap ikan, bukan benur. Pun pengetahuan nelayan terkait larangan menangkap bayi lobster terus ditingkatkan kendati kewenangan wilayah kelautan kini berada di tangan provinsi. “Nelayannya kan masyarakat kita, menjadi kewenangan kabupaten, tentu saja kami perhatikan,” kata Bupati Pacitan Indartato.

Fokus pihaknya mengajak nelayan menangkap ikan, bukan sebaliknya bibit lobster. Pendampingan pada para nelayan agar tak melanggar aturan wajib dilakukan. Meski begitu, Indartato mengaku hal itu tak lepas dari peran kelautan provinsi dalam membantu meningkatkan kesadaran masyarakat. “Sehingga kami mencari solusi dan mengusulkan solusi bagaimana aturan yang ada bisa dijalankan dengan baik,”  tegas bupati.

Tak hanya meningkatkan sosialisasi. Solusi lain seperti bantuan akan lebih berasa pada nelayan. Tak hanya menjalankan aturan yang sudah ada, namun dibutuhkan solusi nyata agar para nelayan mau beralih dari mencari benur. Hal itu juga harus diimbangi dengan kesejahteraan ekonomi para nelayan. “Salah satunya dengan bantuan agar meningkatkan pendapatan mereka,” jelasnya.

Mudahnya memperoleh penghasilan besar dengan mencari benur menjadi alasan utama para nelayan beralih profesi. Didukung dengan cuaca buruk beberapa waktu lalu membuat nelayan mencari cara yang mudah untuk mecari penghasilan. Indartato mengapresiasi kinerja Polres Pacitan yang terjun langsung ke masyarakat beberapa waktu lalu terkait pemahaman akan aturan menangkap benur. “Polres bersama masyarakat tujuannya sama, untuk menyelesaikan masalah,” terangnya.

Sebelumnya para nelayan dari wilayah Ngadirojo, Pacitan, sempat menggeruduk Polres Pacitan karena diamankan polres. Hasilnya, polres memproses seorang pengepul dan melepaskan 12 nelayan lain karena hanya dijadikan saksi. Sulitnya mendapat hasil melaut menjadi alasan para nelayan beralih menjadi para pencari benur. Meski sebagian menyadari bahwa yang dilakukannya salah dan melanggar undang-undang. (mg6/pra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here