Puskesmas Kebonagung Lumpuh akibat Banjir

77

PACITAN – Banjir bandang yang menerjang Kecamatan Kebonagung, Pacitan, tiga hari lalu tak hanya mengganggu aktivitas warga. Pelayanan puskesmas setempat pun terdampak. ‘’Kemungkinan bisa normal kembali Rabu mendatang (12/12),’’ kata Kepala Puskesmas Kebonagung Agus Sugianto kemarin (9/12).

Agus mengungkapkan, banjir Jumat (7/12) membuat seluruh ruangan puskesmas penuh lumpur. Ketebatalannya hingga mencapai 20 sentimeter. Petugas harus menggunakan mesin penyemprot air bertekanan tinggi untuk membersihkan. Pun dengan peralatan seadaanya, mereka gotong royong bersih-bersih. ‘’Kami fokuskan di ruangan rawat jalan, kemungkinan besok (hari ini, Red) sudah dapat digunakan sementara,’’ ujarnya.

Tidak hanya melumpuhkan pelayanan, dua pasien rawat inap juga harus dievakuasi. Pasalnya, ketinggian air dan padamnya lampu tak memungkinkan untuk perawatan. Saat evakuasi, pasien mesti digendong menerjang banjir depan puskesmas untuk mencapai mobil ambulans. Sebab, mobil Puskesmas Kebonagung tak dapat digunakan. ‘’Dijemput ambulans RSUD, tapi tak bisa sampai sini (puskesmas, Red). Karena banjir, jadi harus digendong 500 meter,’’ paparnya.

Beruntung, meski tergenang, peralatan medis tak mengalami kerusakan. Pasalnya, beberapa jam sebelum banjir, tim medis telah mengevakuasi peralatan ke tempat yang lebih tinggi. Antisipasi tersebut lantaran sejak beberapa tahun terakhir Puskesmas Kebonagung langganan banjir. ‘’Pengalaman dari tahun lalu, saat hujan mengguyur semua peralatan dan dokumen penting kita amankan,’’ bebernya.

Sementara Kepala Tata Usaha (KTU) Puskesmas Kebonagung Suwarno menyebut gedung puskesmas seperti kapal. Sebab, dikepung banjir dari berbagai sisi. Aliran air dari Jalur Lintas Selatan (JLS) juga mengarah ke puskesmas. Derasnya arus di halaman puskesmas mirip aliran sungai. ‘’Air dari sungai depan meluap, sungai di samping juga meluap, di belakang dapat kiriman dari jalan, semua ke sini,’’ keluhnya.

Pihaknya sudah berkali-kali mengajukan relokasi Puskesmas Kebonagung. Namun, hingga kini tak ada tanggapan dari pemkab. Sementara, bila lokasi ditinggikan atau dibangun talut, justru menyulitkan pelayanan. ‘’Kalau dibangun talut jalannya bagaimana? Karena di sini lebih rendah,’’ resahnya. (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here