Pusat Tolak Rehab Puskesmas Balerejo

288

MADIUN – Asa Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun merenovasi Puskesmas Balerejo bertepuk sebelah tangan. Sebab, pemerintah pusat menolak rencana untuk melanjutkan rehabilitasi ruang rawat inap tahun lalu itu. Dana insentif daerah (DID) yang dikucurkan tahun ini dialihkan untuk belasan puskesmas pembantu (pustu). ‘’Kami cek dokumen DID, tidak ada perintah renovasi Puskesmas Balerejo,’’ kata Kepala Dinkes Kabupaten Madiun Soelistyo Widyantono kemarin (1/2).

Soelis menjelaskan rencana penggunaan DID yang diusulkan ke pusat tahun ini adalah renovasi ruang unit gawat darurat (UGD) Puskesmas Balerejo. Keinginan itu dilatarbelakangi penyediaan sarana dan prasarana (sarpras) yang semakin baik. Setelah tahun lalu merehabilitasi infrastruktur rawat inapnya. Pihaknya punya angan-angan puskesmas di Jalan Raya Madiun-Surabaya itu jadi representasi puskesmas di kabupaten ini. Sebab bisa dilihat masyarakat kala melintasi jalan nasional tersebut. ‘’Jadi ketika ada orang luar daerah melihat Puskesmas Balerejo bisa terkesan oh kayak gini ya puskesmasnya Kabupaten Madiun,’’ harapnya.

Dia tidak tahu alasan pemerintah pusat menolak. Meski dalam usulan itu  disampaikan gamblang rencana dan latar belakangnya memilih Puskesmas Balerejo. Pihaknya tidak akan konsultasi untuk mengubah dokumen peruntukan DID. Sebab, sudah keputusan bulat pusat. Apalagi kondisi UGD puskesmas yang tidak jauh dengan Mapolsek Balerejo itu masih representatif. Pengalihan dana untuk merenovasi pustu pun tidak kalah penting. ‘’Kami terima saja,’’ ujarnya.

Soelis menyebut total ada 58 pustu yang tersebar di 15 kecamatan. Dari puluhan itu, baru 11 yang direnovasi tahun sebelumnya. Selebihnya, dalam kondisi memprihatinkan. Kerusakannya bervariasi seperti atap jebol, lantai, dan tembok retak. Pustu tersebut belum tersentuh perbaikan sejak pertama kali dibangun. ‘’Saya tidak hafal berapa nominal total DID-nya, tapi rata-rata perbaikan satu pustu anggarannya sekitar Rp 500 juta,’’ ungkapnya.

Meski tidak mengetahui detail sebaran lokasi pustu yang bakal direhabilitasi, Soelis menyebut mayoritas di kawasan pariwisata. Di antaranya di Kresek, Waturumpuk, dan Segulung. Keberadaan pustu yang representatif sebagai pendukung infrastruktur tempat wisata. Pun jujukan penanganan pertama seandainya terjadi musibah menimpa wisatawan. ‘’Hasil peninjauan di daerah lain, tempat wisata perlu sekali didukung layanan kesehatan,’’ tandasnya. (cor/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here